Beranda News Atasi Banjir Jombang, Khofifah Berharap Segera Dibangun Tanggul

Atasi Banjir Jombang, Khofifah Berharap Segera Dibangun Tanggul

18
0
Gubernur Khofifah beri bantuan warga korban banjir

SIAGAINDONESIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, untuk penanganan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, dibutuhkan pembangunan tanggul, pintu air dan di beberapa titik membutuhkan normalisasi sungai.

Terkait itu, Pemprov Jatim sudah melakukan rapat koordinasi dan memetakan sejumlah titik yang perlu diprioritaskan dengan kabupaten kota serta sinkronisasi dengan Kementerian PUPR.

“Sebenarnya proyek Kali Lamong dan upaya mendirikan tanggul merupakan proyek lama sejak tahun 2012. Namun ada masalah yaitu pembebasan lahan,” ujar Khofifah di sela meninjau banjir di Kabupaten Jombang, Senin (6/5/2019).

Khofifah mengatakan, untuk membangun tanggul membutuhkan lahan sekitar 7,1 kilometer. Pihaknya, sudah menyampaikan hal itu ke Kementerian PUPR bahwa apabila masyarakat dengan bantuan mediasi dari Bupati untuk melepas lahan, maka anggarannya sudah siap, dan bisa langsung dilakukan ground breaking pada tahun 2019.

“Butuh dialog persuasif secara mendalam karena menjadi kepentingan masyarakat banyak. Saya mohon masyarakat bersedia melepaskan lahannya agar tanggul bisa segera dibangun,” terangnya.

Pihaknya berharap agar proses pembangunan tanggul bisa segera terlaksana sesuai dengan kebutuhan.

Siang tadi, Gubernur Khofifah melihat dari dekat genangan banjir di wilayah tersebut. Ikut menyertai gubernur perempuan itu, para pimpinan OPD yang ikut turun langsung di Desa Tempuran Kabupaten Mojokerto, serta di Kabupaten Jombang.

Disela kunjungannya, atas nama Pemprov Jatim juga diberikan bantuan guna pemenuhan kebutuhan warga yang perkampungannya tergenang banjir.

Dijelaskan, banjir yang menggenangi Desa Tempuran sudah berlangsung sejak enam hari kemarin. Penyebabnya karena tiga sipon tertutup alirannya.

Perkembangan sampai saat ini dari ketiga  sipon tersebut, satu sudah terbuka, satu baru terbuka setengah dan satunya masih tertutup.  

“Apabila ketiga sipon tersebut terbuka secara normal maka air yang surut akan signifikan” ujarnya,

Banjir yang menggenangi Desa Tempuran meluber di dua dusun yaitu Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk. Jumlah rumah warga yang masih terendam banjir di dusun Tempuran sebanyak 42 KK 158 jiwa, 30 rumah dan di Dusun Bekucuk sebanyak 238 KK 950 jiwa dan 350 rumah. Sementara ketinggian genangan air di jalan antara 60-70 cm dan di dalam rumah antara 30-40 cm.tji