Beranda Edukasi Gubernur Khofifah Canangkan ZIS bagi ASN Selama Ramadhan

Gubernur Khofifah Canangkan ZIS bagi ASN Selama Ramadhan

16
0
Gubernur Khofifah canangkan ZIS untuk ASN Provinsi Jatim

SIAGAINDONESIA.COM  –  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan Gerakan Membayar zakat, infaq, shodaqoh (ZIS) dengan mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim untuk meningkatkan ZIS selama bulan suci Ramadhan. Sebab, pada dasarnya para ASN dinilai sudah berkecukupan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup layaknya.

“Bala bencana tidak akan mendahului Shodaqoh, untuk itu segeralah bersedekah. Tradisi berbagi, shodaqoh, mengeluarkan infaq di bulan Ramadhan lebih ditingkatkan lagi,” ujar Gubernur Khofifah saat mencanangkan Gerakan Membayar ZIS melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, usai apel pagi di halaman Kantor Gubernur Jatim, di Surabaya, Senin (6/5/2019).

Dikatakan, peningkatan ZIS diharapkan bisa menyempurnakan proses ibadah di bulan Ramadhan. Harapannya agar tarawih, dan puasa bisa berjalan baik, termasuk tadarus.

“Jangan lupa mengeluarkan infaq, dan shodaqoh juga,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Menurutnya, gerakan membayar ZIS melalui BAZNAS Prov. Jawa Timur menjadi jalan bagi ASN Pemprov Jatim untuk semakin meningkatkan ZIS. Bisa melalui pembayaran tunai, BPD serta Bank Mandiri.

“Kalau hari ini siapapun yang mau infaq, shodaqoh, bahkan zakat juga bisa. Ada tiga opsi yang bisa dipilih dengan tim yang sudah disediakan oleh Baznas untuk mengkoordinasikan tiap-tiap OPD di pemprov,” jelasnya.

Disampaikan, pada pertengahan bulan Ramadhan, Gubernur Khofifah berharap agar gerakan membayar ZIS di lingkungan ASN Pemprov Jatim bisa digelar kembali.

“Pada akhirnya, harapan kita keberkahan dan kemuliaan Ramadhan akan Allah turunkan ke bumi Jawa Timur,  ke ASN Jawa Timur, ke seluruh masyarakat Jawa Timur, dan tentu ke seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia,” harapnya.

Potensi zakat di Jatim lanjut Khofifah, secara nasional mencapai Rp. 213 triliun. Sedangkan yang efektif hanya Rp. 6 triliun. Itu, kata dia masih jauh dari potensi zakat yang bisa dimaksimalkan.

“Kita bayangkan andai zakat bisa dimaksimalkan, tidak ada lagi mushola-mushola yang tempat wudhunya kurang proper, program-program penanganan fakir miskin akan lebih efektif. Mungkin untuk guru-guru ngaji, kita bisa memberikan ruang yang lebih baik,” pungkasnya.

Kemudian, usai memberikan pengarahan, Gubernur Khofifah menyumbangkan shodaqoh dari dirinya sebesar Rp. 25 juta kepada Baznas Prov Jatim. Kemudian diikuti oleh pimpinan-pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Jatim yang juga menyumbang shodaqohnya, dengan cara menuliskan ke secarik kertas kemudian di gantungkan di pohon infaq. Kemudian ditutup dengan bacaan doa oleh Ketua BAZNAS.tji