Beranda aneka Idham Minta Jangan ‘Otak-Atik’ Dasar Pelaksanaan Pilkades Serentak

Idham Minta Jangan ‘Otak-Atik’ Dasar Pelaksanaan Pilkades Serentak

634
0

SIAGAINDONESIA.COM – Kabag Hukum Setda Ngawi Idham Karima meminta pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 178 desa harus sesuai mekanisme dan aturan main. Harapan itu terkandung maksud untuk meminimalisir permasalahan jangan sampai terjadi suatu perkara yang berbuntut panjang.

“Oh iya jangan sekali-kali keluar dari prosedur terhadap pelaksanaan pilkades ini. Semuanya dikemas secara baik dan transparan tentu jangan mengotak-atik aturanya,” terang Idham Karima, Kamis, (09/05/2019).

Penegasan itu tandas Idham, sengaja diarahkan terhadap panitia Pilkades serentak. Menyusul masuknya informasi adanya pungutan yang dilakukan panitia ke para calon kepala desa jika ditetapkan nanti. Apabila hal itu terjadi jelas menabrak peraturan pelaksanaan Pilkades serentak.

“Intinya adalah patuhi semua tahapan maupun syarat-syarat yang telah diatur,” ungkapnya.

Idham mengatakan, dasar hukum Pilkades serentak sangat jelas sesuai Perda No.01 Th 2015 yang dirubah menjadi Perda No. 10 Th 2017 dan Perbup No. 08 Th 2019 sesuai perubahan atas Perbup No. 23 Th 2017 tentang pelaksanan Pilkades. Apalagi dalam Pilkades serentak 2019 telah dibiayai melalui APBD Kabupaten Ngawi 2019 senilai Rp 9,4 miliar.

Selain itu ia juga mengungkapkan kenapa harus dilaksanakan secara serentak demikian juga biayanya dicover pemerintah daerah. Pertama, untuk mengantisipasi permainan culas yang dilakukan para broker/botoh. Bila ini dibiarkan bakal merusak makna dari demokrasi.

Dan kedua, pelaksanaan Pilkades serentak dari sisi anggaran akan sama dalam tanda kutip menyesuaikan jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Dengan demikian urusan logistik dan lainya-lainya termasuk tempat pemungutan suara (TPS) sangat disesuaikan dengan kebutuhan menghindari bocornya anggaran.

Sementara itu Kabul Tunggul Winarno Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi menjelaskan, sesuai tahapan pemilihan kepala desa Pilkades serentak yang diawali pendaftaran tahap pertama mulai 18 April – 02 Mei 2019 tercatat ada 449 orang pendaftar.

“Jumlahnya itu bisa berubah mengingat belum ditetapkan sebagai calon tetap. Jadi sekarang ini panitia baru memproses kelengkapan administrasi untuk bisa meloloskan dan tidaknya,” pungkas Kabul. (pr)