Beranda Headline Polres Pelabuhan Tanjung Perak Selamatkan Ratusan Hewan Langka

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Selamatkan Ratusan Hewan Langka

36
0
Kapolres Antonius Agus Rahmanto Pimpin Pres Rilis Ungkap Penjualan Satwa Langka Dilindungi Di Halaman Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Penyelundupan puluhan satwa dilindungi asal Makasar, Sulawesi yang diduga akan diperdagangkan oleh dua orang pelaku, berinisial RSW (28) warga asal Gresik, dan HM (34) warga Surabaya berhasil digagalkan anggota Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto menjelaskan puluhan satwa yang disita oleh anggotanya, diantaranya 1 (satu) ekor Burung Nuri, 1 (satu) ekor Burung Kakaktua, 7 (tujuh) ekor Elang jenis Black Kite, 6 (enam) ekor Biawak, 2 (dua) ekor Ular, 2 (dua) ekor Burung Alap-alap dan 8 (delapan) ekor Burung Tuwu, serta ratusan Burung Manyar.

“Ratusan hewan dilindungi ini berada didalam truk yang dilayarkan menggunakan KM Dharma Kartika III dari Kota Makasar, Sulawesi menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sampai Surabaya, truk turun dari Kapal sekitar pukul 04.30 WIB,” kata Agus saat press rilis di halaman Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (11/5/2019)

Menurut Agus, dua orang pelaku yang diamankan Polisi merupakan pemilik alamat tujuan pengiriman ratusan hewan langka tersebut. Keduanya lantas digelandang Polisi ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan.

Untuk peran itu sendiri, masih kata Kapolres kedua pelaku sebagai perantara dari bisnis jual beli hewan langka yang kerap di posting melalui media sosial. Rencananya, ratusan hewan langkah ini akan dikirim ke penadah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ratusan hewan langka, langsung kita serahkan ke Balai Karantina sore semua,” imbuhnya.

Dari pengakuan para pelaku, jika mereka diiming-imingi uang Rp 200 ribu hanya untuk mengambil ratusan hewan langka untuk transit di Kota Surabaya.

“Saya dijanjikan dapat dua ratus ribu saja, saya disuruh ambil saja, nanti akan dikirim ke NTT,” akui salah satu pelaku.

Kapolres menegaskan bahwa Negara melarang masyarakat menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi dari satu tempat di Indonesia ke tempat lain dalam maupun luar Indonesia.

Larangan tersebut sesuai dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistem. Jika dilanggar, pelaku akan diancam pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda senilai Rp 100 juta. Ady