Beranda News Polisi Segera Ungkap Pelaku Kasus Jurnalis Di Surabaya Tewas Dibunuh

Polisi Segera Ungkap Pelaku Kasus Jurnalis Di Surabaya Tewas Dibunuh

193
0
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Sehari setelah seorang jurnalis media lokal Surabaya, yang tewas dibunuh orang tak dikenal, istri korban Djumaliha masih terlihat terpukul atau syok dengan kejadian yang menimpa suaminya.

Saat ditemui Sicom, wanita paruh baya 61 tahun ini mengaku tidak mengetahui penyebab kematian suaminya. Ia hanya menjawab singkat. Disamping itu sejumlah awak media menyampaikan turut berduka cita atas tewasnya korban pada Jum’at, 10 Mei 2019 malam.

“Saya juga gak tau apa-apa soal penyebabnya. Kepala saya masih pusing, masih berkabung, mas, besok saja kesini,” ujar Djumaliha kepada Sicom, Sabtu (11/5/2019) siang.

Kapolsek Kenjeran, Kompol Cipto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki keberadaan dua orang terduga pelaku pembunuhan seorang jurnalis asal Sidotopo Wetan Surabaya. Kapolsek masih mencari kebenaran keterangan jumlah saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita masih dalam penyelidikan mas, mencocokan dari keterangan para saksi di TKP. Apakah benar, pelaku pembunuhan itu lebih dari satu orang,” kata Kompol Cipto saat dikonfirmasi Sicom via telepon, Sabtu (11/5).

Terpisah, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto menjelaskan jika anggotanya masih mencari barang bukti. Salah satunya handphone korban yang sampai saat ini belum ditemukan.

Ia mengimbau untuk warga di sekitar lokasi kejadian apabila menemukan handphone milik korban segera diserahkan ke Polisi. “Yang kita cari barang bukti itu handphone milik korban. Masih belum ditemukan. Kami mengimbau kepada warga yang menemukan tolong diserahkan kepada kami,” jelas AKBP Agus di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (11/5)

Diakui Agus, pihaknya telah mengamankan CCTV dari rumah mantan istri korban yang berlokasi di Rusunawa Randu, Sidotopo Wetan, Kenjeran. Dari barang bukti rekaman CCTV telah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Kita juga sudah mendapatkan CCTV di Rusunawa, ruma keluarga yang pertama (istri pertama korban). Infonya sudah cerai sekitar lima tahun lalu. Benar pelakunya atau tidak tentunya kita tidak bisa berdasarkan infonya. Namun akan kita tanyakan kepada para saksi, sosok dari CCTV ini adalah pelaku atau bukan. Keterangan lisan sudah ada. Tapi kita tidak bisa secara analisa, harus ada fakta,” ungkapnya.

Informasi juga disampaikan Agus, agar warga bisa mengenali kedua pelaku ini. Apalagi jarak rumah mantan istri dan istri sirih korban jaraknya tidak berjauhan.

“Kami berharap ini ada yang mengenali para pelaku ini. Seadainya data ini sinkron, karena jarak rumah mantan istri korban dan istri sirih korban nggak terlalu jauh juga,” imbuh Agus.

Apakah Soeprayitno dibunuh ada kaitannya dengan kasus penggelapan yang pernah menjerat korban yang terjadi 2014 silam?. Agus mengaku masih melakukan pendalaman dan akan berkoordinasi dengan Polsek Sukolilo.

“Ada beberapa informasi kita perlu dalami lagi. Salah satunya tentang korban ini terjerat kasus di satu polsek di Polrestabes (Surabaya). Dan informasi dari temen-temen wartawan juga, memang benar dan sudah lepas setelah menjalani hukuman kira-kira empat bulan kalau nggak salah. Infonya kasus penggelapan. Tentunya semua informasi kita dalami,” tandas Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, (11/5).

Soeprayitno Tewas Dengan Sejumlah Luka Bacok, (foto: Ad)
Tewasnya Soeprayitno, masih kata Agus berawal saksi melihat ada dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat masuk ke Jalan Tanah Merah Gang I, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Kemudian keduanya kembali terlihat keluar gang I dan lalu berhenti tepat gapura (mulut) gang II di jalan yang sama. Disana keduanya bertemu dengan korban.

“Saksi ini melihat mereka terlibat adu mulut di depan Gang II,” kata Agus menirukan keterangan saksi.

Saat cekcok, salah satu pelaku mengeluarkan benda tajam mirip pisau besar. Salah satu teman pelaku berusaha melerai, dengan membuang pisau tersebut. Sehingga pada saat itu tidak terjadi pembacokan.

Korban pun diketahui sempat melarikan diri meninggalkan kedua pelaku. Namun salah satu pelaku itu kembali berusaha mengambil pisau yanh telah dibuang temannya dan mengejar korban.

Salah satu pelaku terlihat kalap, pada saat itulah beberapa kali mangayunkan pisau hingga mengenai lengan kanan korban beberapa kali. Mengetahui korban tergeletak dalam kondisi tewas bersimbah darah, dua pelaku langsung kabur.

Soeprayitno pada saat itu diketahui saksi, sebelum bertemu dua pelaku tersebut sepulang dari sholat terawih. Korban meninggal dunia dalam posisi terlentang diatas bale-bale bambu tepat didepan rumah istri sirihnya di Tanah Merah Gang II Nomor 22, RT.3 RW.4, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran Surabaya. Ady