Beranda Headline Rachmawati Tuding Megawati Makar Di Era Gus Dur, PDIP Membantah

Rachmawati Tuding Megawati Makar Di Era Gus Dur, PDIP Membantah

52
0
Megawati Soekarnoputri dan Rachmawati Soekarnoputri, dua kakak beradik yang tak pernah akur.

SIAGAINDONESIA.COM Kata ‘makar’ kini mulai menjadi pertarungan para elit politik. Jika Mayjen TNI (Purn), Kivlan Zen dituding makar, dan Eggi Sudjana bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam gerakan makar, maka koleganya Rachmawati Soekarnoputri menuding balik makar yang dilakukan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri di era Presiden Abdurrahman Wachid (Gus Dur).

“Kalau mau bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri ketika Gus Dur memerintah,” ujar Putri Presiden pertama RI Soekarno ini dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Rachma menceritakan, saat itu kakaknya Megawati yang berstatus Wakil Presiden berbeda pandangan dengan Gus Dur sebagai kepala negara dalam penunjukan Kepala Kepolisian atau Kapolri.

“Gus Dur sudah mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden. Dia melakukan apa yang dipilih adalah Bimantoro (Surojo Bimantoro),” jelasnya.

Bukan sekadar berbeda pandangan dengan Gus Dur, Megawati juga dituding membangun perpecahan di antara TNI-Polri kala itu.

“Kemudian dia pecah belah lagi TNI-Polri. Moncongnya yang namanya Jenderal Ryamizard sebagai KSAD. Saya ingat sekali saya ada di Istana sama Gus Dur, itu moncongnya sudah diarahkan ke Istana. Itu yang namanya makar unsurnya masuk, menggunakan kekuatan bersenjata,” urai Rachma.

Rachma menyayangkan saat makar yang sesungguhnya dilakukan Megawati tidak mendapat tindakan apapun. Tetapi sikap kritis Kivlan Zen kepada penyelenggara Pemilu kemudian dituduh makar, bahkan berbuah pencekalan walau belakangan dicabut kembali.

“Itulah kalau mau bicara tentang (kasus) Pak Kivlan Zen,” demikian Rachma.

PDIP pun menepis tudingan Ketum-nya melakukan makar di era Gus Dur. Bahkan disebutkan jika Rachma sebenarnya hanya benci pada Megawati.

Hal ini dikatakan Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, makar adalah gerakan menggulingkan pemerintahan yang sah. Tapi yang yang dilakukan Megawati bukan makar melainkan hanya perbedaan pendapat (memilih Kapolri).

“Makar itu kan mau menggulingkan pemerintah yang asli. Ya nggak masuk (makar), wong faktanya nggak ada perebutan kekuasaan. Dan jangan lupa waktu itu MPR lo yang mutusin Bu Mega jadi presiden, Mega jadi wapres, bukan kekuatannya massa. Bahkan Bu Mega kan ngalah waktu itu, pemenang pemilu tapi diakali Amien Rais dan kroco-kroconya jadi wapres. Jadi menurutku, nggak paham tentang apa definisi makar, menggulingkan pemerintah yang sah. Mega itu tipenya bukan orang yang melawan hukum,” terang Eva Kusuma Sundari.nya