Beranda aneka Menggambar ’21’ Politik Ngawi Mencari Pemimpin

Menggambar ’21’ Politik Ngawi Mencari Pemimpin

197
0

Menggambar ’21’ Politik Ngawi Mencari Pemimpin

 

Ditulis : D.Purwanto

SIAGAINDONESIA.COM – Ibarat kata arah politik lima tahunan melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) Ngawi, Jawa Timur sulit diprediksi, apalagi ditebak bahkan terkesan sangat samar dari kacamata politik. Seperti perhelatan politik di tahun 2021 secara periodik dipastikan Ngawi bakal menggelar Pilkada untuk menentukan siapa pemimpin yang didaulat rakyatnya.

 

Iya, sementara untuk saat ini berbagai asumsi  politik masih berkutat pada figur yang digadang-gadang bakal menggantikan kepemimpinan Bupati Ngawi Budi Sulistyono-Ony Anwar masa bakti 2016-2021. Figur yang dimaksudkan tersebut justru terkesan monoton dengan bahan pertimbangan politik dangkal. 

 

Mengingat asumsi yang terus berkembang ditengah masyarakat sekarang ini tidak lain adalah kehadiran dua sosok sentral antara Ony Anwar yang sekarang ini menjabat Wakil Bupati (Wabup) Ngawi dengan Dwi Rianto Jatmiko selaku Ketua DPRD Ngawi sekaligus Ketua DPC PDIP Ngawi. 

 

Singkatnya, desas-desus politik yang terus berkembang hingga saat ini bakal terjadinya pecah kongsi di Pilkada 2021. Pecah kongsi ? mengapa demikian, pertama asumsinya adalah sosok Ony Anwar bakal macung dengan kendaraan partai politik diluar PDIP. Mengingat gambaran sebelumnya sosok Ony memang diberangkatkan melalui kendaraan partai pengusung diluar PDIP. 

 

Padahal selama dua periode terakhir Ony terlihat ‘akur’ dengan PDIP dan setia mendampingi sang ’empu’ Kanang sapaan akrab Budi Sulistyono yang menjabat Bupati Ngawi dua periode yang notabene sebagai kader utama di jajaran DPC PDIP Ngawi.

 

Sekarang timbul pertanyaan, sosok siapa yang bakal duet dengan Ony pada 2021 mendatang sedangkan kehadiran Kanang jelas terganjal putusan MK No. 22 Tahun 2009 bahwa jabatan tidak boleh lebih dua kali baik berturut-turut maupun tidak. Pertanyaanya baru muncul bagaimana nasib politik PDIP. Sedangkan partai ini sudah ditebak dari hasil Pemilu 2019 bakal mendulang 20 kursi dari 45 kursi yang diperebutkan di DPRD Ngawi.

 

Sisi lain, internal PDIP Ngawi mempunyai figur yang tidak terbantahkan oleh publik yakni Dwi Rianto Jatmiko yang kerap disapa Antok ini. Dengan torehan suara fantastis tidak mungkin DPP PDIP merekomendasikan kadernya (Antok-red) ke AE 2 atau calon Wabup. Argumen inilah yang mendasari terjadinya pecah kongsi.

 

Menanggapi peta politik lokal Ngawi pada 2021 selaku Ketua DPC PDIP Ngawi Antok pun menjawab, membeberkan secara lugas. Dengan harapan mendekati tahun politik ’21’ masyarakat Ngawi tidak diseret ke pusaran ketidakpastian politik. Antok mengisyaratkan perlu ada jawaban pasti jangan sampai asumsi terjadinya pecah kongsi antara Ony Anwar dengan PDIP menjadi berlarut-larut.

 

(Bersambung)