Beranda News Kenang 1 Tahun Tragedi Bom, Para Tokoh Agama Berdo’a Bersama Di Gereja...

Kenang 1 Tahun Tragedi Bom, Para Tokoh Agama Berdo’a Bersama Di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya

11
0
Do'a Bersama Mengenang 1 Tahun Tragedies Bom Di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Sejumlah tokoh lintas agama mengenang satu tahun tragedi teror bom yang meledakkan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela dengan melaksanakan do’a bersama. Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela merupakan salah satu dari tiga gereja di Surabaya di bom oleh teroris pada, 13 Mei 2018 lalu.

Pantauan dilokasi, dalam acara mengenang juga turut dihadiri dari pihak TNI-Polri, Konjen Amerika, perwakilan Pemprov Jawa Timur, perwakilan Pemkot Surabaya serta para tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu.

Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan bahwa peringatan satu tahun tragedi bom Surabaya ini, merupakan bagian dari komitmen bersama masyarakat Indonesia yang tak sekedar mengutuk aksi terorisme, melainkan juga sebagai bentuk perlawanan dan rasa tidak takutnya akan teror.

“Kita bersama-sama hadir disini untuk mengingat kembali bahwa ada sesuatu kekuatan bersama. Ketika kita semua bersatu menyatakan bahwa kita tidak pernah takut terhadap teror,” ujar Barung.

Pihaknya yakin, bangsa Indonesia akan kembali bangkit usai mendapat serangan teror. Sehingga tujuan para teroris, tidak akan pernah tercapai.

Hal itu, menurut Barung, lantaran segenap masyarakat serta berbagai tokoh agama bersama petugas kepolisian dan instansi terkait sepakat menentang aksi teror tersebut.

Lebih lanjut, Ketua panitia acara FX Ping menjelaskan peringatan ini merupakan bagian dari umat Katolik dan pihak Gereja untuk mengenang peristiwa tersebut.

“Peringatan itu termasuk satu tahun, kemarin juga 40 hari dan tujuh harian juga kita peringati,” pungkasnya.

Selain melakukan doa bersama dalam acara peringatan tersebut dilakukan berbagai pertunjukan kesenian religi, meliputi seni peran, seni hadrah dan baca puisi.

Tokoh lintas agama di Surabaya menyatakan diri menolak aksi people power atau pengerahan massa, yang belakangan isu dimunculkan ditengah proses Pemilu 2019.

Pernyataan para tokoh lintas agama ini disampaikan pada saat acara peringatan setahun tragedi bom Surabaya di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Senin (13/5/2019).

KH Ahmad Suyanto selaku pemuka agama Islam memimpin pembacaan pernyataan, bersama tokoh lintas agama yang lain seperti Wignyo pemuka agama Kristen, Romo Eka selaku pemuka agama Katolik, Ketut Gotra selaku pemuka agama Hindu, Patric dan Dipo dari agama Budha, Otto Bambang Wahyudi dari aliran kepercayaan serta Bingki Irawan dari agama Konghucu. Berikut isi pernyataan yang mereka bacakan.

“Terima kasih pelaksanaan Pemilu 2019 di Jawa Timur berlangsung lancar dan aman. Kami menolak adanya aksi people power karena merusak nilai-nilai demokrasi dan berakibat memecah belah bangsa,” katanya.

Pembacaan pernyataan ini secara serentak diikuti oleh seluruh peserta yang hadir dilokasi acara. Dan ditutup kalimat yang menyatakan setia terhadap Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). “Saya Pancasila, NKRI harga mati,” tutupnya. Ady