Beranda aneka KH Ullin : Ramadhan Berkah Bagi NKRI Menuju Cinta Damai

KH Ullin : Ramadhan Berkah Bagi NKRI Menuju Cinta Damai

61
0

SIAGAINDONESIA.COM – Kemerdekaan bangsa Indonesia ini tidak bisa dilepaskan dengan momentum Islam. Bisa diingat kembali, pekik proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriyah. Didalam bulan suci tersebut bangsa Indonesia keluar dari masa penindasan kaum penjajah. 

 

Secara mutlak peristiwa kemerdekaan itu sebagai anugerah terbesar dari Allah SWT untuk bangsa yang beragam suku, budaya, bahasa sekaligus warna kulit dari Sabang sampai Merauke dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

 

Menanggapi sejarah bangsa, KH Ahmad Ullinuha Rozy yang kerap disapa KH Ullin Ketua PCNU Kabupaten Ngawi mengatakan, sebagai warga negara harus bersyukur akan kemuliaan Allah SWT dengan segala nikmat yang diberikan. 

 

Maka dari itu di dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, selain Allah menetapkannya untuk umat Islam sebagai bulan yang wajib di muliakan dengan syari’at  puasa dan amalan-amalan lainya yang mengarah pada kebajikan, kebaikan antar sesama umat.

 

“Saat ini kita semua terutama saudara muslim menjalankan ibadah puasa. Hikmah yang diambil adalah kita harus bersyukur dan mencintai bangsa Indonesia dengan segala ragamnya jangan sampai adu gontok hanya beda pandangan maupun beda pendapat,” ungkap KH Ullin, Selasa, (14/05/2019).

 

KH Ullin yang merupakan pengasuh Ponpes Daarul Mukhlisiin Temulus Mantingan, Ngawi menandaskan, dengan meredam semua emosi yang bermuara pada perpecahan bangsa maka Allah akan menambahkan nikmatnya untuk bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar.  

 

Sehingga dengan nikmat kemerdekaan merujuk dari momentum di bulan penuh pengampunan niscaya NKRI sebagai negara “baldatun thoyyobatun wa robbun ghofur” yakni sebagai negara yang aman, damai, makmur, gemah ripah loh jinawi toto raharjo.

 

Ia membenarkan, di tengah-tengah bangsa Indonesia sedang berupaya maksimal menuju kemakmuran dalam keadilan, dan keadilan dalam kemakmuran ini, tentu banyak tantangan dan rintangan yang harus di hadapi dan diselesaikan secara arif serta bijaksana. 

 

Terlebih bangsa ini usai menyelenggarakan hajatan besar konstitusional demokrasi yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang hingga hari ini proses rekapitulasi suara manual masih berlangsung hingga tanggal 22 Mei nanti. 

 

Tentu ini merupakan ujian besar dan berat bagi seluruh komponen bangsa agar bersabar mengikuti seluruh rangkaian proses yang sudah di atur dan di payungi oleh konstitusi negara dan hukum yang berlaku.

 

“Mari serahkan semuanya kepada mekanisme dan aturan yang berlaku. Sebagai bangsa besar dan berdemokrasi selayaknya kita semua kembali, saling rukun mempererat tali silaturahmi dengan sesama muslim maupun sesama umat lainya,” ulasnya.

 

Diakui KH Ullin, hiruk pikuk pesta demokrasi pasti melewati masa tersulit dan terumit dalam sejarah Pemilu bangsa Indonesia. Namun, apapun itu sudah dapat dilalui dengan baik, lancar dan sukses berkat kedewasaan warga bangsa di dalam menjalankan amanat undang undang. 

 

Kini, kedewasaan semua unsur harus diutamakan. Apapun hasilnya nanti sebagai bentuk pendapat di negara demokrasi yang wajib ditaati bersama. Bisa dimaknai, hasil real count KPU RI harus diterima dengan baik mengingat keberadaanya sebagai lembaga sah terhadap penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan.

 

Perlu ditekankan, perbedaan dalam hal apapun adalah sebuah keniscayaan, termasuk dalam pilihan dan memilih pemimpin negara sebesar Indonesia ini. Akan tetapi, perbedaan itu akan menjadi rahmat manakala di ikat dalam ikatan ketaatan pada aturan main yang sudah di sepakati bersama melalui permusyawaratan perwakilan. 

 

Menurut KH Ullin dalam menyelenggarakan pesta demokrasi pasti di temukan beberapa kekurangan di sana sini. Dan mengakibatkan kekecewaan, mengatasi masalahnya adalah dengan menyerahkan pada mekanisme hukum yang sudah di tetapkan oleh negara. Begitulah mekanisme mengatasi masalah tanpa masalah.

 

Oleh karenanya, KH Ullin atas nama PCNU Ngawi menyerukan kepada seluruh warga Ngawi umumnya, dan warga NU khususnya agar mensyukuri nikmat kemerdekaan RI dengan turut bertanggung jawab menjaga keamanan, kedamaian dan ketentraman masyarakat sebagai wujud kecintaan kepada negara Indonesia. Itulah manifestasi keimanan yang ada di dalam diri umat semua. 

 

Diakhir keteranganya KH Ullin mengajak didalam bulan Ramadhan yang suci nan berkah ini untuk memuliakan dengan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Selain itu yang perlu ditekankan, untuk saling menguatkan solidaritas sosial kemanusiaan dengan menjunjung tinggi Ukhuwwah Wathaniyyah (rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air) dan Ukhuwwah Basyariyyah (rasa persaudaraan kemanusiaan). 

 

Sebab pada dasarnya, Ramadhan adalah bulan pendidikan dan ujian langsung dari Allah SWT untuk memanusiakan manusia agar kembali pada fithrahnya (‘Idul Fithri).

Apabila sudah berbuat sedemikian ini sangat diharapkan untuk saling menghargai satu sama lain, buang kebencian dan lebih meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia yang cinta damai. (pr)