Beranda Headline Prabowo Subianto Menolak Hasil Pemilu Curang, Begini Pesannya Pada KPU

Prabowo Subianto Menolak Hasil Pemilu Curang, Begini Pesannya Pada KPU

227
0
Prabowo Subianto dalam orasi politik di acara bertema 'Mengungkapkan Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019' yang digelar di Ballroom Grand Sahid, Jakarta, Senin (14/5/2019). Foto: ist

SIAGAINDONESIA.COM Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan sikap menolak hasil akhir Pemilu serentak 2019 karena terdapat kecurangan.

Hal ini ditegaskan Prabowo dalam orasi politik saat acara bertema ‘Mengungkapkan Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019’ yang digelar di Ballroom Grand Sahid, Jakarta, Senin (14/5/2019).

“Sikap saya adalah akan menolak hasil Pemilu yang curang,” tegasnya.

Prabowo menolak jika sikapnya tersebut diartikan sebagai ambisi atau rasa haus akan jabatan dan kekuasaan.

Prabowo juga menegaskan dirinya dan Sandiaga Uno yang merupakan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, telah “memenangkan mandat dari rakyat”.

“Saya dan saudara Sandi bukan karena ambisi pribadi, demi Allah tidak ada niat. Kalau kau tanya hati saya, sesungguhnya saya ingin istrirahat,” urainya.

Dijelaskan Prabowo, dia maju sebagai calon presiden bersama cawapres Sandiaga Uno semata-mata karena curahan hati rakyat atas ketidakadilan.

Mantan Danjen Kopassus ini mengaku jika rakyat telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk maju. Sehingga, pantang baginya untuk meninggalkan kepercayaan rakyat.

“Saya tidak mungkin meninggalkan rakyat Indonesia, saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat Indonesia,” tegasnya.

Prabowo melanjutkan, dirinya menolak penghitungan Komisi Pemilihan Umum sekaligus meminta KPU menghentikan penghitungan suara yang diklaim curang secara masif dan sistematis.

“Yang jelas sikap saya adalah menolak hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakdilan dan ketidakbenaran dan ketidakjujuran,” tandasnya.

Prabowo juga mengaku masih menaruh harapan kepada KPU. Prabowo mengimbau KPU agar tidak meneruskan kecurangan yang selama ini dilakukan di Pemilu 2019.

“Kami mengimbau insan-insan di KPU, kau anak-anak Indonesia yang ada di KPU sekarang nasib masa depan bangsa indonesia ada di pundakmu,” ujarnya.

“Kau yang harus memutuskan. Kau yang harus memilih menegakan kebenaran dan keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan dan ketidakadilan berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data penghitungan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Pilpres 2019, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf memperoleh 44,14 persen atau 39.599.832 suara. Sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo Sandi 54,24 persen atau sebesar 48.657.483 suara. Suara tidak sah 1,62 persen.

Adapun data yang masuk berasal dari 444.976 tempat pemungutan suara (TPS) atau sebesar 54,91 persen dari total 810.329 TPS yang ada.nya