Beranda Bisnis Gubernur Khofifah Ajak Petani Tanam Melon Prima, Harga Jualnya Tinggi

Gubernur Khofifah Ajak Petani Tanam Melon Prima, Harga Jualnya Tinggi

10
0
Khofifah, Wabup Sidoarjo dan Kadis Pertanian Jatim, Hadi Sulistyo bersama-sama memanen melon prima

SIAGAINDONESIA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak petani, khususnya petani buah melon untuk mulai menanam melon jenis prima. Karena harga jual melon prima bisa tiga kali lipat dari harga melon super, pasarnya juga luas dan sangat potensial. Dengan menanam jenis itu, harapannya petani akan semakin meningkat kesejahterannya.

 

“Harganya dibanding melon biasa sangat jauh perbedaannya, melon dengan sertifikat prima itu harganya tiga kali lipat dari melon super. Jika melon super dijual Rp. 6.000,-/kg, maka melon prima bisa mencapai Rp. 18.000,-/kg,” kata Gubernur Khofifah saat Panen Melon Prima di UPT Pengembangan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Desa Lebo, Sidoarjo, Rabu (15/5/2019).

 

Disebutkan, untuk menanam melon prima memang membutuhkan tambahan modal. Namun, marketnya sangat menjanjikan, apalagi, jika diiringi inovasi dan kreativitas yang unik, seperti buah melonnya dibentuk kotak (square), atau hati (heart), kemudian ditambahkan aksesoris pita, sehingga menjadi lebih eksklusif.

 

“Ini sesuatu banget, dan ini sudah bisa masuk ke market yang lebih memberikan nilai tambah bagi petani,” kata Khofifah.

 

Pemesan melon prima, tak hanya dari dalam kota melainkan dari luar provinsi. Termasuk beberapa supermarket modern dan buah-buahan terkenal di Surabaya yang memesan sebanyak 600 buah atau sekitar 800 kg.

 

Lanjut Khofifah, dengan menanam melon prima, pihaknya optimis akan berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di pedesaan, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim.

 

Disebutkan,  saat ini kemiskinan di pedesaan di Jatim masih sebesar 15,2%. Sedangkan sebagian besar profesi masyarakat di pedesaan adalah bertani.

 

“Dari 15,2% itu, kita akan terus mencari dan memaksimalkan titik-titik mana yang bisa meningkatkan pertumbuhan-pertumbuhan baru, termasuk mendorong agar menanam melon prima,” ujarnya.

 

Ditambahkan, salah satu referensi success story bertani melon adalah petani di Plumpang, Tuban. Para petani tersebut rata-rata berusia muda, atau masuk generasi millennial. Ketertarikan mereka bertani melon karena nilai tambahnya luar biasa dibandingkan bercocok tanam padi.

 

“Oleh karena itu, inovasi sektor hortikultura harus terus kita lakukan, apa yang bisa di create dari produk hortikultura yang indah, akan menambah estetika dari sebuah produk, dan pasti nilai tambahnya juga lebih baik,” terangnya, sambil menegaskan kalau inovasi dan kreativitas itu akan meningkatkan kesejahteraan bagi petani.

 

Kemudian, Kepala Dinas Pertanian Jatim, Hadi Sulistiyo mengatakan, teknologi pertanaman melon prima di UPT ini dilakukan secara modern, yakni di dalam screen house seluas 3.200 m3 dengan jumlah tanaman sebanyak 3.412 tanaman. Screen house ini dilengkapi dengan irigasi tetes, sehingga menghemat biaya pengairan dan mengurangi penggunaan pestisida kimia.

 

“Pertanaman dimulai pada 11 Maret 2019,  hingga saat ini siap untuk dipanen,” kata Hadi.

 

Disebutkan, melon prima dibudidayakan dengan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) budidaya yang baik, sehingga produk melon prima UPT ini memperoleh sertifikasi Prima 3.

 

“Kebun Lebo juga menjadi tempat edukasi bagi yang ingin belajar tentang pertanian, juga menjadi tempat agrowisata yang banyak dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat umum,” katanya.

 

Hadir juga ikut mendampingi Gubernur Khofifah, Wakil Bupati Sidoarjo, beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, seperti Kadis Perindag Prov. Jatim, Kadis Kominfo Jatim, Karo Adm. SDA Setdaprov Jatim, serta para wartawan dari berbagai media.tji