Beranda Bisnis Agar Petani Memahami Pola Pemupukan Berimbang, PG Sosialisasikan Standard Penerapan

Agar Petani Memahami Pola Pemupukan Berimbang, PG Sosialisasikan Standard Penerapan

9
0
SIAGAINDONESIA.COM PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), menyosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 1 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah kepada mitra produksi pupuk organik bersubsidi Petroganik di Gresik, Jawa Timur.
 
Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian Kementrian Pertanian (Kementan), Pending Dadih Permana, menyampaikan bahwa Permentan baru ini memberikan standar bagi kualitas pupuk organik, hayati dan pembenah tanah. Hal ini sangat penting mengingat tuntutan peningkatan kualitas pupuk organik adalah sebuah keniscayaan
 
“Pemanfaatan pupuk organik semakin dibutuhkan. Karena sebagian besar sawah, terutama di Pulau Jawa yang menjadi andalan pertanian di Indonesia, memiliki kadar C/N Ratio (rasio karbon terhadap nitrogen pada suatu zat, red) di bawah standar, sehingga diperlukan perbaikan dengan penggunaan pupuk organik. Hal ini harus dipahami oleh petani,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Dadih menjelaskan, Petroganik sebagai pupuk organik memiliki tiga manfaat penting. Pertama, memperbaiki struktur dan tata udara tanah sehingga penyerapan unsur hara oleh akar tanaman menjadi lebih baik. Kedua, meningkatkan daya sangga air tanah sehingga ketersediaan air dalam tanah menjadi lebih baik. Dan ketiga, menjadi penyangga unsur hara dalam tanah sehingga pemupukan menjadi lebih efisien
 
Karena itu, ia berharap Mitra Petroganik PG menjalankan Permentan 01/2019 dengan baik sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar dan memberikan manfaat bagi produktivitas pertanian. Dalam penerapannya, Permentan tersebut juga mengakomodir Standar Nasional Indonesia (SNI) 7763: 2018. 
 
Sementara itu, Direktur Pemasaran (Dirsar) PG, Meinu Sadariyo, menyatakan bahwa Permentan ini. Memperbaharui peraturan sebelumnya, yaitu Permentan No. 70 Tahun 2011. “Perbaharuan ini bertujuan untuk menjembatani agar kualitas pupuk organik, termasuk Petroganik tetap terjaga,,” tuturnya kepada Siagaindonesia.com (15/5/2019).
 
Ia mengaku bersyukur hasil produksi dan penjualan Petroganik PG pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017. Dimana pengadaan Petroganik pada tahun 2018 naik 28 persen dan penjualannya meningkat 16 persen. Sedangkan untuk serapan Petroganik pada tahun 2018 sebesar 680.933 ton. Meinu berharap capaian tahun 2019 ini dapat tumbuh lebih baik lagi. 
 
Karena itu Meinu berharap agar Mitra Petroganik senantiasa menjaga kualitas sesuai Permentan baru ini dan membantu menyosialisasikan pemupukan berimbang 5:3:2 kepada petani, yaitu penggunaan 500kg pupuk organik Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska, dan 200kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar sawah. Pemupukan berimbang merupakan perpaduan antara pupuk organik dan anorganik. 
 
“Kebanyakan petani belum memahami manfaat pupuk organik, makanya kami harus menjaga kualitas Petroganik. Sehingga saat petani mencoba mengaplikasikan pemupukan berimbang akan merasakan manfaatnya,” tutupnya. Zer