Beranda aneka Menggambar ’21’ Politik Ngawi, Antok Menjawab

Menggambar ’21’ Politik Ngawi, Antok Menjawab

258
0

SIAGAINDONESIA.COM – Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko/Antok menjawab distorsi politik pada Pilkada 2021. Telah diasumsikan berbagai pihak, bakal pecah kongsi menyusul perolehan PDIP pada Pemilu 2019 di Ngawi melesat jauh bahkan mendulang 20 kursi dari 45 kursi yang diperebutkan di DPRD Ngawi. 

 

Dengan torehan suara tersebut kabar yang berhembus tidak mungkin nantinya DPP PDIP memberikan rekomendasi ke kader partai banteng moncong putih pada ‘level’ wakil bupati. Melainkan surat sakti itu pun tertuju pada AE 1 alias bupati. Kalau demikian, bagaimana nasib Ony Anwar yang sekarang menjabat Wakil Bupati (Wabup) Ngawi.

 

Menurut Antok, hingga kini sinyal politik diwilayahnya tetap kondusif dan konstruktif khususnya internal PDIP. Semuanya terbangun komunikasi politik secara ‘apik’ dengan lintas partai politik di Ngawi. Jelasnya, keberadaan Ony Anwar maupun dirinya pada politik lima tahunan nanti masih mengalir. 

 

“Tidak ada istilah pecah kongsi, secara garis politik semua bisa dikomunikasikan. Dan Mas Ony (Ony Anwar-red) sejak awal diberangkatkan dari PDIP dan beliau kan kader partai juga jadi tidak ada potensi terjadinya sekat politik itu,” kata Antok.

 

Ia memastikan situasi politik menuju Pilkada Ngawi 2021 tidak terjadi dikotomi. Artinya, komunikasi politik sangat terbuka dengan semua partai. Hanya saja jika ada pihak yang ngotot macung melalui jalur independent menurutnya sah-sah saja. Secara subyektif, dimasa kepemimpinan Bupati dan Wabup Ngawi Budi Sulistyono-Ony Anwar mungkin yang bersangkutan merasa tidak puas secara politik dan itu sifatnya individual.

 

“Sekarang tetap fokus di kursi wakil rakyat dulu lah. Kalau nantinya saya mendapat amanah untuk macung lebih-lebih sebagai bentuk tugas partai (PDIP-red) ya mengikuti arus saja dan istilah pecah kongsi tidak ada,” ulasnya.

 

Pungkasnya, PDIP tetap konsentrasi pada jalur kepartaian sesuai yang digariskan. Apalagi partainya terbangun pada konsep berkelanjutan baik sistim pemenangan maupun diposisi di pemerintah tentu mengawal dan mendukung kebijakan pemerintah. Semuanya tidak instant dan dadakan melainkan terprogram mendasar alur politik. (pr)