Beranda HIGHLIGHT Henry Gunawan Tak Seharusnya Bebas, Masih Ada Pidana Lain

Henry Gunawan Tak Seharusnya Bebas, Masih Ada Pidana Lain

19
0
Henry Gunawan saat disidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

SIAGAINDONESIA.COM Terpidana kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah di Celaket Malang, Henry J Gunawan, dikabarkan akan bebas dari Lapas Kelas I Surabaya di Rutan Medaeng, Minggu (19/5/2019).

Diungkapkan Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Medaeng Ahmad Nuridhuka dikonfirmasi, Jum’at (17/5/2019), bebasnya Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) setelah permohonan bebas bersyaratnya atau pembebasan bersyarat (PB) dikabulkan Dirjen Kemenkumham. 

“Dapat remisi dan PB nya sudah disetujui sama Dirjen Kemenkuham,” ujar pria yang akrab disebut Dukha ini.

Kendati demikian, Dukha hanya menjelaskan soal remisi dari hari raya Waisak. DIa tidak menjelaskan apakah pengajuan permohonan bebas bersyarat yang diajukan Henry Gunawan sudah melalui prosedur yang benar atau tidak.

Dukha juga menjelaskan bahwa permohonan PB Henry Gunawan telah memenuhi syarat dan tidak melakukan pelanggaran lain.

“Selain itu juga sudah penuhi (syarat) di atas 6 bulan masa tahanan dan tidak ada pelanggaran yang dilakukan bersangkutan saat tinggal Rutan,” tandas Dukha. 

Terkait prosedur permohonan PB Henry Gunawan yang harus meminta konfirmasi kejaksaan untuk menanyakan apakah yang tersangkut pidana lain, Dukha menyebut hal itu sudah dilakukan namun tidak mendapat balasan dari pihak kejaksaan.

“Sudah mengirim surat ke kejaksaan tapi tidak dibalas, sehingga kami anggap yang bersangkutan tidak tersangkut perkara pidana lainnya,” sebutnya. 

Karena tidak mendapat balasan surat dari kejaksaan, maka pihaknya menyimpulkan yang bersangkutan (Henry Gunawan) tidak terlibat perkara lain. Sehingga dari situlah PB dikeluarkan. “Tentu saja jika ada keterangan tertulis seperti itu maka PB dibatalkan atau dicabut,” imbuhnya.

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso menyayangkan keterangan Kasi Pelayanan Rutan Medaeng bahwa Henry tidak sedang tersangkut kasus pidana lain. Pasalnya, Henry memiliki sederet perkara lain di kejaksaan.

“Kan data perkara lain dari Henry J Gunawan yang divonis di kasus Pasar Turi sudah ada di Rutan,” kata Ali Prakoso saat dikonfirmasi, Jum’at (17/5/2019).

Hal senada, JPU Darwis yang menangani kasus tipu gelap Henry Gunawan melawan Pedagang Pasar Turi dan Kasus Penipuan terhadap tiga kongsinya saat pembangunan Pasar Turi, menyebut pemberian PB pada Henry merupakan hal yang ngawur dan tidak masuk akal.

“Henry seharusnya tidak bisa mendapat PB, karena dia ada perkara lain yang sudah divonis dan proses hukum berjalan, kami juga tidak pernah menerima surat dari Rutan Medaeng untuk menanyakan adanya perkara lain untuk Henry. Harusnya Rutan memastikan itu dulu, ngawur kan ini namanya, Nggak menyurat pun, pihak Rutan sudah paham berapa kali Henry disidang dalam kasus berbeda, kan Rutan tahu itu, ini tidak masuk akal,” ujar Darwis.

Untuk diketahui Henry Gunawan baru menjalani total 266 hari tahanan rutan dari vonis 12 bulan penjara sesuai putusan Mahkamah Agung pada perkara penipuan dan penggelapan atas perkara notaris Caroline. 

Persyaratan pemberian Pembebasan Bersyarat menurut undang undang adalah setelah narapidana menjalani sekurang-kurangnya dua pertiga masa tahanan dengan ketentuan dua pertiga tersebut tidak kurang dari 9 (sembilan) bulan. 

Padahal masa tahanan Henry baru dijalani 8 bulan kurang 14 hari. Selain itu salah satu syarat pemberian pembebasan bersyarat adalah narapidana tidak tersangkut kasus pidana yang lain, dimana syarat ini tidak bisa dipenuhi oleh Henry Gunawan. 

Putusan yang sudah dijatuhkan pada tingkat PN Surabaya terhadap 2 kasus pidana Henry lainnya adalah 2 tahun dan 6 bulan pada perkara penipuan pedagang pasar turi (No: 3409/Pid.B/2017/PN.Sby) yang diputus hakim PN Surabaya pada 4 Oktober 2018, dan vonis hukuman 3 tahun pada perkara penipuan kongsi nya di proyek pembangunan pasar turi (No: 2463/Pid.B/2018/PN.Sby) yang diputus pada 19 Desember 2018.nya