Beranda News Pemuda Pancasila Kota Surabaya Bertemu Kapolrestabes Surabaya, Serahkan Pernyataan Sikap

Pemuda Pancasila Kota Surabaya Bertemu Kapolrestabes Surabaya, Serahkan Pernyataan Sikap

12
0
Kapolrestabes audiensi dengan PP Kota Surabaya

SIAGAINDONESIA.COM – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Surabaya, bertemu dan beraudiensi dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, di kantornya, di Surabaya, Selasa (21/5/2019).

 

Hadir di pertemuan itu, para Ketua Lembaga Semi Otonom Pemuda Pancasila Kota Surabaya, yakni Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH), Komando Inti Mahatidana, dan Lembaga Pengusaha Pemuda Pancasila. Dalam hal ini, MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya dipimpin langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. Haries Purwoko.

 

Dalam audiensi, Pemuda Pancasila Kota Surabaya menyikapi gerakan “People power” yang dilakukan oleh beberapa pihak, yang rencana akan diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2019 di Jakarta. Terkait itu, aka Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Surabaya, H. Haries Purwoko, memandang perlu menyampaikan sikap, sebagai berikut:

 

Bahwa, proses pemungutan suara, penghitungan, dan rekapitulasi hasil Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2019 telah selesai, hingga tibalah saatnya KPU RI untuk mengumumkan hasil akhir di tanggal 21 Mei 2019, khususnya berkaitan dengan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

 

Bahwa, banyak pihak telah melontarkan tuduhan terhadap Penyelenggara Pemilu, baik KPU ataupun Bawaslu dengan menyatakan bahwa keduanya tidak netral alias berpihak kepada salah satu calon. Bahkan tuduhan tersebut juga diarahkan kepada penegak hukum, hingga seakan-akan telah terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif.

 

“Kami berkeyakinan tuduhan dan fitnah tersebut tidaklah benar. Karena masing-masing peserta Pemilu, khususnya Pilpres, telah mengirimkan saksi mulai dari tingkat TPS hingga KPU RI. Bagaimana penggelembungan suara itu diduga terjadi, jika di seluruh jenjang penghitungan dan rekapitulasi telah disaksikan oleh masing-masing saksi dari tiap calon,” urai Haries Purwoko.

 

Ditambahkan, bahkan masing-masing pihak juga memiliki dokumen fisik yang diterbitkan oleh penyelenggara Pemilu dari TPS hingga KPU RI.

 

KPU dalam menjalankan tugasnya selalu dalam pengawasan Bawaslu, Polri, Pemantau Pemilu, Saksi Partai, Saksi DPD, dan Saksi PPWP.

 

“Kami sangat mempercayai bahwa hasil Pemilu adalah hasil yang jujur dan adil. Dan pula, seluruh pelanggaran sudah diproses Bawaslu sesuai dengan tingkatannya. Selain itu, seluruh keberatan dalam penghitungan dan rekapitulasi telah dicatat dalam formulir keberatan dan diselesaikan sesuai jenjangnya. Dengan kata lain, Pemilu ini telah selesai dan berjalan sesuai dengan asas Pemilu, UU Pemilu, PKPU, dan Peraturan perundang-undangan lainnya. Dengan demikian hasil Pemilu tahun 2019 harus dinyatakan sah menurut hukum” bunyi kalimat yang dituangkan dalam pernyataan sikap tersebut.

 

Kami sangat menyayangkan adanya upaya pembentukan opini pelanggaran dan kecurangan dalam Pemilu tahun 2019. Dugaan kecurangan dan pelanggaran tersebut tidak justru dilaporkan kepada Bawaslu, justru malah disebarkan kepada publik melalui media massa dan media sosial. Tidaklah dapat kami simpulkan penyebaran berita kecurangan tersebut, melainkan sebagai upaya provokasi, hingga kemudian muncul gerakan “people power”.

 

Pemuda Pancasila Kota Surabaya sangat menjunjung tinggi penyampaian pendapat dimuka umum. Namun ketika penyampaian pendapat tersebut, bermuatan provokasi dan memecah belah persatuan NKRI, maka hal tersebut harus diproses secara hukum. Kami sebagai mitra Polisi, mendukung sepenuhnya langkah Polri untuk menegakkan hukum.

 

Pemuda Pancasila Kota Surabaya bersama masyarakat kota Surabaya akan mengamankan Surabaya dan sekitarnya dari gangguan keamanan dan ketertiban, yang bersumber dari provokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.tji