Beranda Headline Solidaritas Korban Bentrok Bawaslu, Mahasiswa Demo Bakar Ban

Solidaritas Korban Bentrok Bawaslu, Mahasiswa Demo Bakar Ban

236
0

SIAGAINDONESIA.COM Aksi solidaritas terhadap korban bentrok di Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) digelar oleh ratusan mahasiswa. Demo tersebut dilakukan di depan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) oleh Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO). Dalam aksinya, mereka mengecam arogansi dan tindakan represif aparat keamanan dalam menangani demo di depan Kantor Bawaslu RI sejak Selasa (21/5) kemarin.

Presidium KOMANDO Jakarta, Surya Hakim Lubis menyatakan jika tidak seharusnya terdapat jatuh korban apalagi sampai ada yang meninggal dunia.

“Kita menolak dan mengecam keras kekerasan yang dilakukan aparat keamanan saat membubarkan demonstrasi di depan Bawaslu. Ingat, mereka yang menjadi korban saat ini adalah juga anak bangsa yang memiliki hak perlindungan juga. Seharusnya aparat menggunakan cara profesional dalam menangani masa dan dilarang menggunakan emosi manusiawi aparatnya. Kan yang dengan peralatan lengkap dan alat perlindungan diri dari kepala sampai kaki itu aparat. Tapi aparat lah yang bertindak sangat keras. Ingat, Polri memiliki teladan Jenderal Hoegeng serta harus berpegang pada Tri Brata dan Catur Prasetya,” jelas Mahasiswa UMJ ini. Rabu (22/5).

Mahasiswa juga membakar ban dan menutup jalan depan UMJ secara total sebagai sikap tegas dan keras atas tragedi bentrok di Bawaslu RI.

“Tidak lupa kita sampaikan duka yang mendalam terhadap para korban jiwa maupun korban luka atas represifitas aparat saat demo Bawaslu. Dalam pantauan kami, ada 6 korban jiwa serta 200an korban luka ringan dan berat yang tersebar di berbagai Rumah Sakit di Jakarta. Belum lagi yang dikabarkan masih hilang. Tidak boleh ada korban kekerasan atas tindakan aparat keamanan. Karena sedianya, tugas mereka adalah melindungi dan melayani seluruh rakyat Indonesia. Jargon yang dimiliki Polri ini sudah terkoyak dengan kejadian kemarin. Apalagi ada slogan baru yakni Promoter yang adalah akronim dari Profesional, Modern, Terpercaya. Ini menjadi pertanyaan. Masihkah mereka berpegang pada hal ini?” kata Presidium KOMANDO Tangerang Selatan, Febriditya Ramadhan yang juga Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam).

Selain sebagai solidaritas, aksi ini juga adalah lanjutan kekecewaan terhadap Komisi Nasioanal Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) yang tidak mengerti pada tuntutan mereka yang mendorong Komnas HAM untuk melakukan tindakan atas 6,7 juta hak pilih rakyat yang tidak diakmodir penyelenggara Pemilu. Mahasiswa menegaskan, sesuai Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia khususnya Pasal 23 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politik.

Diberitakan sebelumnya, demonstrasi terjadi di depan Kantor Bawaslu dan dibubarkan paksa oleh aparat pada malam harinya. Massa yang menolak bubar, akhirnya bentrok dengan aparat dan menyebabkan 6 orang tewas dan 200an lainnya luka-luka. rian