Beranda News Wow.. Hakim PN Surabaya Loloskan Dua Pengedar Sabu 1 Kilogram Asal Malaysia...

Wow.. Hakim PN Surabaya Loloskan Dua Pengedar Sabu 1 Kilogram Asal Malaysia Dari Hukuman Mati

115
0
Dua Terdakwa Warga Negara Malaysia Saat Menjalani Sidang Kasus Narkotika Di PN Surabaya, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Dwi Purwadi menyelamatkan dua warga negara Malaysia, Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee, terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu dari hukuman mati. Mereka berdua hanya divonis 17 tahun penjara.

Sidang berjalan singkat digelar di ruang Garuda 1 PN Surabaya. Hakim Dwi Purwadi menyatakan bahwa keduanya telah terbukti melakukan pemufakatan jahat dengan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram.

“Hal memberatkan, adalah bahwa perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah Indonesia dalam pemberantasan Narkotika. Maka kami menjatuhkan hukuman terhadap dua terdakwa hukuman pidana masing-masing selama 17 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, dengan subsider 2 bulan kurungan,” kata Hakim Dwi Purwadi saat membacakan amar putusannya, Kamis (26/5/2019).

Usai mendengarkan putusan, kuasa hukum dua terdakwa menyampaikan bahwa terdakwa masih pikir-pikir. “Terdakwa masih pikir-pikir yang mulia,” kata Patni Ladirto Polanda, selaku kuasa hukum kedua terdakwa dari LBH Lacak pada majelis hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejati Jatim menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara, denda Rp 3 miliar subsider 10 bulan kurungan.

“Kami belum bersikap, karena harus laporkan dulu putusan hakim ke pimpinan. Dan kami masih punya waktu tujuh hari untuk bersikap apakah melakukan upaya hukum atau tidak,” kata JPU Winarko saat dikonfirmasi usai persidangan.

Untuk diketahui, Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee ditangkap petugas Ditresnarkoba Polda Jatim pada 19 Oktober 2018 lalu.

Barang haram tersebut dibawa kedua terdakwa dari Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda dan selanjutnya akan dikirim ke Sihai di Hotel Choose BG Junction.

Dalam penyidikan, kedua terdakwa mengaku mendapat upah sebesar 10 ribu ringgit bila berhasil mengirim sabu tersebut ke Sihai selaku pemesan barang yang saat ini telah dinyatakan DPO.

Dalam perkara ini, perbuatan kedua terdakwa telah bertentaangan dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ady