Beranda HIGHLIGHT Hakim Pailitkan KSU Arta Srikandi Banyuwangi, Utang Kreditur Dibayar Setelah Aset Terjual

Hakim Pailitkan KSU Arta Srikandi Banyuwangi, Utang Kreditur Dibayar Setelah Aset Terjual

18
0
Sidang Permohonan Penundaan Kewajiban Utang (PKPU) yang dimohonkan Bambang Alim dan Anita Widjaja di Pengadilan Niaga Surabaya.

SIAGAINDONESIA.COM KSU Arta Srikandi Banyuwangi akhirnya dinyatakan pailit oleh Hakim Pengadilan Niaga Surabaya. Pailit ini diputus majelis hakim yang diketuai Hariyanto, lantaran KSU Arta Srikandi dianggap tidak mampu menyelesaikan tagihan utang kepada 398 krediturnya.

“Benar, sudah dinyatakan pailit, putusannya dibacakan kemarin oleh hakim Hariyanto,” ujar Pengurus Permohonan Penundaan Pembayaran Utang (PKPU), Bangun Patrianto saat dikonfirmasi, Sabtu (25/5/2019).

Lanjut Bangun, dalam putusan pailit tersebut majelis hakim telah menunjuknya sebagai kurator dalam proses kepailitan KSU Arta Srikandi tersebut. 

“Setelah salinan putusannya turun, kami akan meminta penetapan dari hakim pengawas dan melanjutkan dengan rapat kreditur untuk menerima tagihan,” sebutnya.

Adapun segala bentuk tindakan yang dilakukan kurator, akan dilaporkan ke hakim pengawas. Pelaksanaan pembagian tagihan pada para kreditur akan dilakukan setelah aset-aset KSU Arta Srikandi terjual. 

“Kurator hanya pelaksana dari petunjuk hakim pengawas. Setelah rapat kreditur akan ada penetapan dari hakim pengawas terkait pencairan tagihan yang dibagikan dari hasil penjualan aset debitur,” jelas Bangun. 

Pencairan utang pada para kreditur itu akan dibagikan sama rata. 

“Pembagian rata karena tidak ada kreditur konkuren yang menaruh jaminan,” demikian Bangun. 

Sementara itu Agung Silo Widodo Basuki selaku kuasa hukum KSU Arta Srikandi mengaku menghormati putusan majelis hakim.

“Klien kami sudah berusaha dan punya itikad baik untuk menyelesaikan utang pada kreditur tapi ditolak,” tegas Agung.

Untuk diketahui, sebelum dinyatakan Pailit, KSU Arta Srikandi telah beritikad baik untuk menyelesaikan utangnya dengan cara mengangsur yang dituangkan dalam proposal perdamaian pada rapat kreditur atas Permohonan Penundaan Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh Bambang Alim dan Anita Widjaja.

Di tengah proses PKPU jumlah kreditur bertambah menjadi 396 orang dengan nilai total tagihan utang sebesar Rp 42.959.275.239 (empat puluh dua milyar, sembilan ratus lima puluh sembilan juta, dua ratus tujuh puluh lima ribu, dua ratus tiga puluh sembilan rupiah).

Namun, upaya proposal perdamaian tersebut gagal, sebanyak 398 kreditur menolak melalui votting.nya