Beranda Headline Polda Jatim Tahan Lima Tersangka Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang, 38 Bom Molotov...

Polda Jatim Tahan Lima Tersangka Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang, 38 Bom Molotov Siap Ledak Diamankan

16
0
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Pimpin Rilis Tangkap 5 Tersangka Kasus Kericuhan Dan Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Polda Jatim resmi menahan lima dari enam orang tersangka yang ditangkap dalam kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura, Jawa Timur yang terjadi pada Rabu, 22 Mei 2019 malam. Satu diantaranya, masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebutkan seorang Habib Abdul Kodir Al Hadad merupakan aktor intelektual dari kejadian kericuhan yang berujung pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura.

Sedangkan lima tersangka yang berperan sebagai pembantu hingga eksekutor dilapangan antara lain, Habib Hasan, Supandi, Hadi dan Ali.

“Aktor intelektual dari kericuhan dan pembakaran yakni berinisial AKA. Dia yang merencanakan, dia yang menyiapkan sumbu untuk bom molotov, rapat siang,” kata Kapolda Luki kepada awak media, Senin (27/5/2019).

Dari hasil penggeledahan di rumah Habib AKA, Polisi menemukan beberapa alat komunikasi berupa Handy Talky (HT) berbagai merk serta puluhan botol bom molotov siap digunakan.

Polda juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, seperti batu, HT, baju mirip tentara, tongkat kayu, celurit, parang hingga jimat.

“Ini ada 38 bom molotov yang siap digunakan, ini sisa-sisa yang belum dilempar dan pecahan-pecahan yang sudah dilempar,” lanjutnya.

Pihaknya menegaskan akan terus mengembangkan kasus tersebut hingga tak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang bakal ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan terjadi pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2019 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.

Kala itu terlihat sedikitnya 200 orang secara tiba-tiba dengan brutal melempari Mapolsek Tambelangan dan membakar menggunakan bom molotov.

Aksi anarkis ini dipicu akibat adanya kabar bohong soal penahanan dan penembakan tokoh Madura ketika aksi 22 Mei terjadi di Jakarta, yang beredar luas di tengah masyarakat.

Belakangan, tokoh masyarakat tersebut dalam kondisi baik-baik saja setelah yang bersangkutan mengunggah video dalam media sosial.

Pada kasus ini, Polisi menjerat kelima tersangka dengan Pasal 200 KUHP tentang pengerusakan bangunan rumah atau gedung, Pasal 187 KUHP dengan sengaja menimbulkan kebakaran dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Ady