Beranda Headline Polda Jatim Menganulir Polwan Malut Diduga Terpapar Radikal

Polda Jatim Menganulir Polwan Malut Diduga Terpapar Radikal

12
0
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Polda Jatim menganulir terkait pihaknya mengamankan oknum Polisi Wanita (Polwan) dari Polda Maluku Utara yang diduga mengikuti paham radikalisme di Bandara Juanda Surabaya. Melainkan hanya mengamankan sesuai permintaan Polda Maluku Utara.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan jika pengamanan yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk saling koordinasi antar korps bhayangkara.

“Apakah dia terpapar radikal, ngapain dia kesini itu bukan wewenang Polda Jatim. Itu wewenang Polda Maluku Utara,” kata Barung kepada awak media, Senin (27/5/2019).

Menurut Barung, untuk sementara ini pihaknya hanya membantu mengamankan saja, karena penangkapan terjadi di wilayahnya. Pihaknya hanya sebatas memberi fasilitas ruang untuk pemeriksaan.

“Kita hanya memberikan fasilitas ruang di Polda Jatim untuk pemeriksaan. Itu Densus Polda Maluku Utara,” imbuhnya.

Terkait adanya dua identitas yang berbeda, Barung membenarkan bahwa oknum Polwan ini menggunakan nama alias, dan memiliki dua nama yang berbeda.

“Cuma satu orang dengan dua nama. Yang sebenarnya hanya satu aja, namanya adalah Nesti Ode Samili,” tandas Barung.

Barung memastikan jika oknum Polwan sedang diamankan di ruang Propam Polda Jatim. Dan akan dilakukan penjemputan oleh pihak Polda Maluku Utara.

“Saat ini ada di Propam Polda Jatim dan nanti siang jam 12 Dia Propam Polda Maluku Utara akan datang ke sini untuk menjemput oknum Polwan tersebut,” papar Barung.

Diberitakan sebelumnya, anggota Polresta Sidoarjo telah mengamankan satu oknum Polwan di terminal kedatangan Bandara Juanda pada Minggu, tanggal 26 Mei 2019 kemarin.

“Kami meluruskan pemberitaan, ini tidak ada penangkapan. Yang ada adalah Polda Maluku Utara meminta kepada kita sebagai bentuk koordinasi antar Polda Maluku Utara kemarin amankan dua orang yang mereka menyatakan diamankan dulu. Terlibat masalah apa itu, domainnya Maluku Utara. Itu apakah disersi, terpapar paham radikal itu nanti di sana,” pungkasnya. Ady