Beranda Headline Mahasiswa Muhammadiyah Desak Jendral Tito Mundur Sebagai Kapolri, Kenapa?

Mahasiswa Muhammadiyah Desak Jendral Tito Mundur Sebagai Kapolri, Kenapa?

94
0
Kapolri Jendral Tito Karnavian.

SIAGAINDONESIA.COM Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan menuntut Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera mengusut tuntas kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa pada aksi unjuk rasa 22-23 Mei beberapa hari lalu di depan kantor Bawaslu RI Jakarta.
 
“Kapolri harus mengusut pelaku kekerasan hingga mengakibatkan korban jiwa pada aksi 22 Mei kemarin sesuai dengan jalur hukum yang berlaku,” Kata Ketua PC IMM Lamongan, Ali Mustain kepada wartawan, Jumat (30/5/2019).
 
Jika Polri tidak mampu menyelesaikan kasus kekerasan tersebut, lanjutnya, pihaknya meminta agar Jendral Tito Karnavian mengundurkan diri sebagai Kapolri.
 
IMM Lamongan juga mendesak Komnas HAM untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) dan mengusut tuntas secara terbuka kasus pelanggaran HAM aksi 21-22 Mei tersebut. 
 
Termasuk meminta para tokoh elit politik agar tidak membuat narasi-narasi provokatif yang dapat mengakibatkan perpecahan dan konflik horizontal di kalangan warga negara Indonesia.
 
“Para elit juga jangan suka buat narasi yang provokatif yang dapat menimbulkan perpecahan dan konflik di kalangan warga,” terangnya.
 
Pernyataan sikap IMM Lamongan ini, menurut Ali Mustain, setelah melihat kondisi yang terjadi ditengah masyarakat pasca pengumuman hasil perhitungan suara Pilpres oleh penyelenggara pemilu 2019.
 
Sebelumnya ramai diberitakan pengumuman hasil real count Pilpres 2019 diduga terdapat kecurangan dan menimbulkan aksi protes dari massa pendukung salah satu Paslon dan terjadi kerusuhan yang mengakibatkan sedikitnya 8 orang meninggal dunia dan puluhan warga lainnya harus dirawat secara medis.tji