Beranda aneka PG Pastikan Stok Pupuk Jelang Lebaran Aman

PG Pastikan Stok Pupuk Jelang Lebaran Aman

9
0

 

SIAGAINDONESIA.COM Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 818 ribu ton atau lima kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah (138 ribu ton). 
 
Manager Humas PG Muhammad Ihwan menyatakan bahwa stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari jenis Urea sebesar 86 ribu ton, ZA 144 ribu ton, SP-36 161 ribu ton, NPK Phonska 333 ribu ton, dan Petroganik 94 ribu ton. 
 
“Memasuki libur menjelang lebaran idul fitri 1440H, kami pastikan stok pupuk bersubsidi di berbagai daerah tersedia dan aman untuk kebutuhan satu bulan kedepan,” ujar, Sabtu (1/6/2019).
 
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.47/2018 menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2019 sebesar 8,87 juta ton kepada PT Pupuk Indonesia (Persero). Dari jumlah tersebut, PG mendapat alokasi penyaluran sebesar 5,2 juta ton. Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) lainnya.
 
“Sampai dengan tanggal 30 Mei 2019, kami telah menyalurkan sebesar 2,29 juta ton atau 83% dari alokasi Petrokimia Gresik pada bulan Januari s.d Mei 2019,” tuturnya.
 
Lebih lanjut Ihwan mendukung upaya Kementan untuk memantau dan memperketat peredaran pupuk dan pestisida. Sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Edhy beberapa waktu lalu, bahwa banyak ditemukan modus pelanggaran pupuk dan pestisida, seperti mengedarkan pupuk tidak sesuai izin, mutu, dan efektifitas.
 
“Untuk itu, kami meminta kepada petani untuk lebih waspada terhadap peredaran pupuk dan pestisida. Karena di lapangan, kami juga menemukan puluhan pupuk tiruan bahkan palsu,” tegasnya.
 
“Untuk persoalan tersebut, PG memperingatkan kepada produsen pupuk tiruan (palsu) khususnya yang meniru produk PG. Untuk segera menghentikan atau menarik dari peredaran, serta memusnahkan seluruh pupuk tiruan untuk menghindari tuntutan hukum. Baik secara pidana maupun perdata, baik kemiripan produk secara keseluruhan maupun persamaan pada pokoknya,” paparnya.
 
“Jika masyarakat menemukan peredaran pupuk palsu atau bahkan penyelewengan distribusi pupuk subsidi, langsung saja laporkan ke pihak berwajib,” tandasnya. Zer