Beranda News Penasihat KPJ Kutuk Penyataan Kasatpol PP Kota Surabaya

Penasihat KPJ Kutuk Penyataan Kasatpol PP Kota Surabaya

95
0
Penasihat KPJ Surabaya, Abunawas (foto: tudji)

SIAGAINDONESIA.COM – Peristiwa digaruknya 6 remaja pemusik angklung yang disertai tindakan kekerasan saat ngamen di kawasan Jalan Gunungsari Kamis (23/5) lalu, oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menuai banyak kecaman.

 

Selain Ali, pengacara korban penganiayaan bernama Andre, serta seniman dan paguyuban seniman berkomitmen mengawal kasus itu sampai tuntas. Mereka juga akan menggelar aksi besar-besaran ke Balai Kota Surabaya, usai Idul Fitri 2019.

 

Kuasa Hukum korban, Ali Subchan membeber, dan mengaku sangat menyesalkan peristiwa itu, dan akan terus mengawal hingga tuntas.

 

“Kami terus mengawal, ini peristiwa serius dan memalukan. Terjadi pengeroyokan yang sebenarnya tidak ada dalilnya mereka (petugas Pol PP Surabaya) melakukan dan main kekerasan terhadap pemusik angklung,” tegas Ali Subhan.

 

Selain itu, dedengkot jalanan yang lama mangkal di Bulungan dan Blok M di Jakarta, kemudian balik kandang ke Surabaya, Abah Hafidz alias Abunawas juga ikut bereaksi. Lelaki itu akan turut mengawal proses hukum di kepolisian dan berharap ada sangsi terhadap oknum Pol PP yang melakukan tindakan keras dan tidak terpuji.

 

“Saya sebagai penasihat KPJ, tidak terima perlakuan yang dilakukan oknum Pol PP Kota Surabaya. Apa artinya penjabaran Pasal 34 ayat 1 UUD’45, kalau fakir miskin dan anak-anak terlantar ditanggung oleh negara. Kedua, mereka melanggar pasal apa? Beri mereka solusi dan pembinaan,” kata Hafidz yang diamini para pimpinan elemen seniman dan pemusik lainnya yang hadir saat konferensi pers di sebuah resto di bilangan Jalan Kayoon, Sabtu, (1/6/2019).

 

Abunawas juga mengkritik keras ucapan Kepala Satpol PP, Kota Surabaya, Irvan Widiyanto yang mengatakan, memang memberi perintah soal penangkapan pemusik angklung di Gunungsari.

 

“Saya menyesalkan statement Ka Satpol Pol PP Irvan yang di sejumlah media tertulis, ‘Ini perintah dari saya, dan sudah prosedural’. Itu kan bukan ucapan yang santun seorang pimpinan. Itu sangat tidak baik dan menyakitkan,” tegas Abunawas.

Dia menilai perilaku Pol PP Kota Surabaya banyak yang tidak baik, kerap melukai masyarakat, khususnya yang mencari nafkah di jalan. Diharapkan, pimpinan di atasnya mau bersikap tegas, menindak oknum Satpol PP Kota Surabaya yang arogan.tji