Beranda featured Bom Bunuh Diri Kartasura Di Saat Lebaran

Bom Bunuh Diri Kartasura Di Saat Lebaran

13
0
Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan bom Kartasura. Foto: ist

SIAGAINDONESIA.COM Bom bunuh diri tiba-tiba meledak di depan Pos Pantau Tugu Kartasura, Sukoharjo, sekira pukul 23.00 WIB, Senin (3/6/2019). Bom ini meledak di saat masyarakat tengah sibuk melakukan aktivitas mudik Lebaran.

Saksi mata Sumadi, relawan Sabagiri yang berjaga di pospam 2, sekira 500 m dari lokasi, ia mendengar suara ledakan disertai asap mengepul dari arah Tugu Kartasura, Sukoharjo.

“Tiba tiba terdengar ledakan keras, saya kira suara ban meletus tapi setelah ditengok ada asap. Lalu saya lari menuju tugu. Saya sempat lihat ada orang tergeletak di depan Pos pantau, masih gerak gerak,” katanya.

Seketika suasana simpang Tugu Kartasura yang padat lalu lintas langsung macet. Petugas polisi langsung merapat ke lokasi.

Dia mengaku melihat seorang laki laki tergeletak dengan perut luka menganga berlobang. Lalu dibawa ke rumah sakit terdekat.

Namun demikian, pelaku bom bunuh diri masih hidup. Petugas sempat membawa pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

Dari pantauan di lapangan diketahui pelaku yang belum teridentifikasi ini kondisinya masih sadar walaupun lemas. Sedangkan tangan dan kaki terlihat ada sejumlah perban yang menempel.

Kapolda Jawa Tengah Rycko Amelza Dahniel mengatakan, “Tadi terjadi ledakan sekitar pukul 22.30 di depan Pos Pantau Tugu Kartasura. Ada satu korban luka yang diduga pelakunya. Karena ada material bom yang menempel di tubuh pelaku,” kata Kapolda usai lakukan olah TKP awal.

Kapolda juga mengatakan saat kejadian di Pos Pantau Tugu Kartasura, ada 7 Anggota yang bertugas. Empat di dalam pos dan tiga di luar pos.

“Semua anggota aman tidak ada yang terluka,” imbuhnya.

Kapolda menghimbau agar petugas tetap waspada dalam melakukan pengamanan. Untuk pemudik agar tidak khawatir dalam melakukan aktifitasnya.

“Kita berlakukan maksimum security,” tandasnya.

Sekira pukul 01.30 WIB, Kapolda meninggalkan lokasi kejadian. Namun proses olah TKP masih berlanjut dengan melibatkan CSI, Tim inafis dan tim labfor Polda Jateng.

Identitas pelaku

Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk mengusut identitas pelaku pelaku bom Pos Pantau Tugu Kartasura. Diketahui, pelaku bernama Rofik Asharudin (22), warga Kranggan Kulon Wirogunan Kartasura. Rumahnya berjarak sekira 2 km dari lokasi bom.

Pelaku anak ke 2 dari 3 bersaudara pasangan dari Muhtadi dan Sukinem, diketahui pendiam dan jarang bersosialisasi dengan tetangga.

Pelaku ledakan bom bunuh diri Rofik Asharudin masih hidup. Foto: ist

Diketahui pula Rofik lulusan MAN 2 Surakarta jarang aktif di masjid, ia juga tidak punya pekerjaan tetap, terakhir ia bekerja di gerobak molen di depan Lotte Mart Solo.

“Anaknya pendiam dan tertutup, tidak punya pekerjaan tetap. Jarang ke masjid juga. Tapi sebelum kejadian ia sholat tarawih bersama keluarganya,” kata Manto, tetangga pelaku, Selasa (4/6/2019).

Malam setelah kejadian, ayah pelaku dan kakaknya Ridwan, dibawa ke Polsek Kartasura untuk dimintai keterangan. Belum ada informasi pasti keterangan apa yang didapat petugas saat memeriksa orang tua pelaku.

Sementara waktu yang sama sekira pukul 01.30 wib atau Selasa dinihari, juga dilakukan penggledahan rumah pelaku oleh tim Densus 88. Yang juga disaksikan Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro.

Menurut keterangan dari Kades Wirogunan, Marjono, yang ikut menyaksikan penggledahan, ada sejumlah barang yang dibawa petugas.

“Ada beberapa barang yang dibawa seperti serbuk arang, belerang, kabel, handphone, sakelar dan aluminium,” kata Marjono.

Selasa pagi ini, korban dan juga pelaku Rofik dipindahkan dari RS Muwardi Solo ke RS Bhayangkara Semarang.

Diinfokan juga ada rencana Kapolri Tito Karnavian hari ini akan menuju TKP bom Pos Pantau Tugu Kartasura Sukoharjo.

Warga jangan panik

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga untuk tetap tenang pasca ledakan di Pos Polisi Kartasura Sukoharjo.

“Biar aparat bekerja, dan mohon masyarakat untuk tidak mendekat ke area itu agar kepolisian bisa bekerja dengan baik,” katanya, Selasa (4/6/2019).

Ia pun meminta pada masyarakat untuk membantu pengamanan dan jika ada yang mencurigakan untuk segera lapor pada aparat agar bisa segera ditangani.

Kejadian ini ungkapnya diharapkan menjadikan semua pihak makin waspada, karena memang ada oknum-oknum yang selalu mengganggu kesenangan, ketentraman dan kenyamanan di Indonesia, terutama Jawa Tengah.

Terkait kejadian itu, ia menyampaikan sudah menerima sejumlah laporan dan saat ini terus dilakukan penanganan.

“Penanganannya mudah-mudahan dapat segera dikejar motif dan identitas pelak,” jelasnya.

Untuk korban, hingga saat ini belum ada laporan korban kecuali pelaku sendiri.

Polri dibantu TNI sebenarnya sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif.

Hal ini sudah sering disampaikan teeutama pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 beberapa waktu lalu.

“Pak Kapolri dalam apel siaga operasi ketupat sudah mewaspadai kebetulan dalam apel yang membacakan saya. Dari distribusi harga, stabilisasi harga sampai gangguan terorisme,” terangnya.

Lokasi ancaman, ungkapnya, sudah ada petanya, tidak hanya hari ini saja, tapi jauh dari seluruh jaringan kota-kota, kabupaten sudah ada.

“Tentu saya tidak bisa membuka titiknya karena terkait dengan informasi yang tidak perlu diinformasikan,” ujarnya.

Terkait peristiwa ini, ia pun meminta pada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan foto-foto atau video kejadian. Agar masyarakat tidak mendapatkan visual yang mengerikan.

“Beraktivitas saja seperti biasa, biar aparat bekerja. Mari kita jaga bersama keamanan dan kenyamanan Jawa Tengah,” pungkasnya.nya