Beranda aneka Sayang..!! Air Terjun Pengantin Diminati Wisatawan Minim Fasilitas

Sayang..!! Air Terjun Pengantin Diminati Wisatawan Minim Fasilitas

56
0

SIAGAINDONESIA.COM – Keberadaan Air Terjun Tengantin atau yang dulunya lebih dikenal ‘Jumog’ menjadi salah satu destinasi wisata di Ngawi ini perlu kajian ulang oleh pemerintah daerah setempat. Pasalnya, sejak mulai di eksplor oleh Pemkab Ngawi 2011 hingga kini bak jalan ditempat terbukti minimnya fasilitas penunjang seperti lahan parkir, rest area, hingga kios souvenir.

 

 

Padahal Air Terjun Pengantin yang berada di Dusun Besek, Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, ini pun mampu menyedot pengunjung setiap kali liburan terutama wisatawan dari luar daerah Ngawi. Seperti liburan pasca lebaran tahun 2019 ini, mulai H+2 hingga H+3 setidaknya mampu meraup pundi-pundi keuangan masyarakat desa setempat.

 

 

“Paling ramai itu lebaran hari kedua kemarin jumlah pengunjungnya lebih dari seribu orang. Rata-rata mereka datang dari beberapa wilayah luar Ngawi yang kepengen lihat seperti apa lokasi air terjun ditempat sini,” terang Joko salah satu warga Desa Hargomulyo.

 

 

Sisi lain kata Suyit (45) pengunjung asal Kota Madiun mengaku puas dengan keindahan panorama Air Terjun Pengantin terlebih hanya dibebani tiket masuk Rp 5 ribu per orang meski akses jalan menuju lokasi wisata itu sendiri sedikit amburadul. Menyusul sekitar 200 meter menuju Air Terjun Pengantin kondisi jalanya mulai rusak banyak pecahan cor berserakan dibadan jalan.

 

 

“Ya sekedar usul kalau bisa jalan yang sudah rusak itu diperbaiki soalnya banyak pecahan bekas cor jalan. Kalau lokasi wisata ini digarap betul saya yakin cukup berpotensi tapi sayang sejak dulu hanya gini-gini saja,” ulasnya.

 

 

Usul bukan asal nyemplos dari salah satu pengunjung tersebut memang sangat beralasan. Pasalnya, Air Terjun Pengantin sejatinya mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan selain airnya masih murni dan jernih ditambah hawa sejuk menyambut setiap pengunjung tanpa mengenal musim.

 

Sedangkan sejurus program yang digadang-gadang oleh pemerintah daerah setempat ‘katanya’ Visit Ngawi Years 2017 lalu bak ditelan bumi. Realitanya pun hanya isapan jempol belaka. (pr)