Beranda aneka Benteng Kedung Cowek Milik Siapa?

Benteng Kedung Cowek Milik Siapa?

39
0
Benteng Kedung Cowek, Surabaya

SIAGAINDONESIA.COM – Berawal dari penemuan sebuah Benteng di Kedung Cowek, Kenjeran, Surabaya, komunitas penelusur seperti Adi, Nanang dan beberapa anggotanya menemukan 12 pucuk meriam di Kedung cowek. Benteng Kedung Cowek diduga sebagai Pabrik artileri/meriam.

 

Menurut sebuah cetak biru Benteng ini merupakan sebuah bangunan yang sangat  e luas dan multi fungsi. Benteng ini bahkan diduga berhubungan dengan barak militer yang kini menjadi dan dikenal sebagai bangunan Polrestabes Surabaya.

 

Hal ini diungkapkan Nanang sebagai salah satu pembicara dalam sebuah diskusi bertema “Benteng Kedung Cowek Sebuah Frakmentasi Berkelanjutan. Dalam diskusi itu selain di bicarai Nanang, Adi, Santi dari ITS (institut Teknologi Sepuluh November) juga dihadiri ratusan pemerhati situs sejarah. Diskusi itu di gelar Ruang Shima Hotel Mojopahit, Minggu 9 JUNI 2019.

 

“Benteng Kedung cowek paling unik di Surabaya. Ada 4 benteng Pendem Kedung cowek di Jawa Timur. Benteng tersebut Layak di cagar budayakan, sesuai UU no 11 tahun 2010 bab III. Pasal 5. Pelestarian cagar budaya,” kata Nanang.

 

Adi dalam paparannya mengatakan bahwa dirinya bersama tim nya, telah menyerahkan temuan serta kajian Benteng Kedung Cowek beserta cetak birunya kepada Dinas Cagar Budaya Kota Surabaya di tahun 2015 untuk di tindak lanjuti dan segera menjadikan Benteng tersebut sebagai Cagar Budaya Pemkot Surabaya yang harus dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan menjadi kawasan wisata sejarah.

 

“Sekian lama laporan, audiensi dengan pihak terkait, senyap. Tiba tiba di tahun 2018, pihak Cagar Budaya mengumumkan pada publik Surabaya bahwa pihak terkait telah menemukan Benteng Kedung Cowek,” kisah Adi.

 

Jelas dirinya kaget bukan kepalang. Sekian lama ia dan tim berbusa memaparkan pada pihak Pemkot Surabaya terkait temuan bahkan blueprint Benteng Kedung Cowek temuan mereka musnah dengan “pengakuan” pihak Cagar Budaya Surabaya.

 

Sementara, di awalnya diketahui Benteng tersebut di bawah “kepemilikan” TNI telah dikabarkan “berpindah” tangan ke pihak ketiga yang hingga kini belum diketahui dengan pasti siapa pemilik lahan dan bangunan tersebut serta peruntukannya di masa depan.

 

Membandingkan dengan kepemilikan Rumah Radio Bung Tomo yang sudah dinyatakan sebagai Cagar Budaya bisa berpindah kepemilikan pada swasta, para pemerhati Bangunan Bersejarah sangat mengkhawatirkan nasib Benteng Kedung Cowek yang sangat historis.

 

Beberapa audiens yang hadir, berlomba memberikan saran demi tetap dijadikannya Benteng sebagai bangunan yang dilestarikan, dilindungi dan dikembangkan menjadi kawasan wisata sejarah.

 

Salah satu potensi ekonomi yang menarik di galih dari Benteng itu, diungkapkan oleh audien bernama Paulus. Lelaki berkulit putih itu bahkan membandingkan sebuah kawasan wisata sejarah yang ada di Vietnam. Sebuah kawasan sempit bekas banker militer tentara Vietnam saat melawan penjajah Amerika Serikat, kini telah disulap dan menghasilkan keuntungan ekonomi yang sangat besar bagi negara dan rakyat Vietnam.

 

“Ada lebih dari 80 buah Bus bisa dimasukkan ke dalam kawasan Benteng Kedung Cowek. Jika per bus dikenakan tarif Rp 50 ribu, berapa pendapatan Pemkot jika bisa mendayagunakan historis

Benteng tersebut,” jelas Paulus.

 

Intinya, para pembicara dan audien yang hadir sepakat mempertahankan kelestarian, pengelolaan Benteng Kedung Cowek dengan melakukan langkah-langkah legal bersama jajaran Pemkot surabaya.

 

Sayangnya, rumor kepemilikan lahan dan bangunan bersejarah itu masih belum jelas hingga kini. Sampai berita ini di tulis, diskusi masih berlangsung gayeng, dinamis bahkan di selingi humor moderator Kuncar P. (MNT).