Beranda Headline Gubernur Khofifah Monitor ASN Pemprov Jatim Pasca Libur Lebaran

Gubernur Khofifah Monitor ASN Pemprov Jatim Pasca Libur Lebaran

12
0
Gubernur Khofifah gelar halal bi halal dengan ASN Pemprov Jatim

SIAGAINDONESIA COM – Hari pertama masuk kerja pasca libur Hari Raya Idul Fitri mendapat perhatian serius Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

 

Selain menggelar Silaturahmi, Khofifah memonitor Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim yang, hari belum masuk kerja. Sebelumnya, ia juga mengingatkan melalui sekretaris di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), untuk melakukan monitoring di bawah koordinasi Inspektorat Prov. Jatim dan dikomandani Sekdaprov Jatim.

 

“Yang melaporkan adalah Pak Sekda dan kehadirannya insyaallah 100 persen kecuali yang sedang cuti. Jadi alhamdulillah ini awal yang baik,” ujar Gubernur Khofifah usai Halal Bihalal di lingkungan Sekertariat Daerah (Setda) Prov. Jatim, Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Senin (10/6/2019).

 

Menurutnya, kehadiran ASN Pemprov Jatim merupakan kedisiplinan dan kinerja yang baik. Harapannya, semua termotivasi untuk bisa meningkatkan dedikasi untuk memuliakan masyarakat Jatim dengan Nawa Bhakti Satya.

 

Melalui Halal bihalal juga agar terus terbangun sinergitas dan saling menyalurkan energi positif dari seluruh pihak.

 

“Kami bersalam, itu artinya ada energi yang mengalir. Kami saling bertatap muka, saling memberi senyum. Itu energi yang luar biasa,” kata Khofifah.

 

Sementara, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melaporkan, dari hasil rekap BKD Jatim, jumlah PNS Pemprov Jatim sebanyak 51.396 orang yang terdiri dari fungsional guru sebanyak 28.456 orang, serta tenaga administrasi dan fungsional medis sebanyak 22.900 orang.

 

Dari jumlah itu ada beberapa ASN yang tidak hadir. Meski demikian, mereka semuanya memberikan keterangan.

 

“Jadi total yang tidak hadir sebanyak 0,95 persen. Tidak ada yang tanpa keterangan,” jelasnya.

 

Di hari pertama pasca libur panjang, Gubernur Khofifah dan Wagub Jatim Emil Elestianto terlihat akrab berhalal bihalal dengan ASN di Pemprov Jatim.

 

Antrian terlihat dari Sekretariat Daerah Prov. Jatim, BPKAD Prov. Jatim, Bappeprov Jatim, Dinas Penanaman Modal dan PTSP Prov. Jatim yang ingin bersalaman dengan Gubernur dan Wagub Jatim terlihat sejak pukul 07.00 WIB.

 

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil juga kompak mengenakan pakaian dinas abu-abu. Tak hanya Gubernur dan Wagub Jatim yang bersalaman dengan ASN Pemprov Jatim, tetapi Sekdaprov Jatim beserta Istri dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim juga ikut menyemarakkan halal bihalal.

Diiringi lantunan sholawat dikumandangkan dan Gubernur Khofifah juga memberikan santunan kepada anak yatim.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan khusus terkait dengan tradisi dalam setiap acara. Pihaknya selalu memberikan santunan kepada anak yatim, dhuafa, serta melantunkan sholawat.

 

“Referensinya cukup terang. Bagaimana sebetulnya kita bisa membangun sentuhan-sentuhan yang bisa memberikan dampak terhadap kesalehan sosial,” tuturnya.

 

Dia menjelaskan kesalehan sosial ini menjadi salah satu indeks kinerja utama (IKU). Karena itu, ia ingin mewujudkan untuk melenturkan hati dan memberikan kasih yang lebih kuat.

 

Dihadapan para ASN, Gubernur Khofifah menyampaikan, ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu dibangun secara transendental. Seperti korban penyalahgunaan narkoba, AIDS, HIV di Jatim.

 

“PR-PR ini kan bukan hal yang sederhana. Bagaimana kita bersama-sama berseiring. Teman-teman relawan narkoba bergerak, polisi bergerak, counselor bergerak, kami juga bergerak. Tetapi bahwa ada sesuatu yang kami harapkan secara transendental kita mohon kepada Allah, mudah-mudahan anak-anak bangsa, anak-anak Jawa Timur dijauhkan dari korban penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

 

Untuk menangani peredaran narkoba di Surabaya, pihaknya terus berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Walikota Surabaya. Secara bersama-sama, berseiring membawa masyarakat Jatim agar bersih dan bebas dari korban penyalahgunaan narkoba. Kasus penyalahgunaan narkoba kini sangat kompleks. Sehingga perlu dilakukan penanganan dari hulu ke hilir.

 

“Dan terutama pengedarnya ini juga milenial, penggunanya sebagian besar milenial. Kita menyiapkan tistas atau sekolah gratis berkualitas. Tapi penguatan SDM dan pembangunan manusia itu akan mereduksi, jikalau dampak dari efek narkoba tidak kita halau,” imbuhnya.tji