Beranda Headline Tersangka Pembakaran Mapolsek Tambelangan Bertambah Jadi 9 Orang

Tersangka Pembakaran Mapolsek Tambelangan Bertambah Jadi 9 Orang

27
0
Tiga Tersangka Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang yang menyerahkan diri, (foto: Ad)

SIAGAINDONESIA.COM Polda Jatim terus melakukan pengejaran terhadap para tersangka pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang Madura yang masih buron. Hingga sampai saat ini, ada sembilan orang tersangka yang telah resmi ditahan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat menggelar rilis menambahkan, tiga tersangka yang telah menyerahkan diri ini menambah daftar tersangka yang ditahan di Polda Jatim.

Diketahui, tiga tersangka yang menyerahkan diri adalah Satiri (42), warga Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Buchori alias Tebur (33), warga Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang dan Abdul Rahim (49), warga Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

“Hingga hari ini, sudah ada sembilan orang tersangka. Tiga orang yang menyerahkan diri ini juga kita lakukan penahanan, surat perintah penahanan sudah keluar,” papar Barung kepada awak media di Mapolda Jatim, Rabu (12/6/2019).

Kasubdit I Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Suryono menambahkan, tiga tersangka ini terbukti melakukan pelanggaran hukum dan statusnya telah menjadi tersangka.

“Para tersangka ini diserahkan ke Ditreskrimum Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan. Sebelumnya tiga tersangka menyerahkan diri ke Polres Sampang. Kini statunya kini naik sebagai tersangka, setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi,” kata Suryono.

Sedangkan untuk peran para tersangka, Suryono hanya menyebutkan hanya melemparkan batu ke Mapolsek Tambelangan Sampang Madura.

“Mereka sama dengan tersangka sebelumya ikut melakukan melempari Polsek Tambelangan dengan menggunakan batu,” lanjutnya.

Beberapa batu dan peci warna hitam menjadi barang bukti tersebut juga turut diamankan Polisi. Tiga tersangka dijerat dengan Pasal berlapis.

Untuk Abdul Rahim dan Safitri dikenakan Pasal 200, Pasal 170, Pasal 187 dan Pasal 363 KUHP. Sedangkan Bukhori atau Tebur sendiri dijerat Pasal 55 KUHP. Ady