Beranda Edukasi Kelompok Kajian Jumat Malam: Sekolah Seyogyanya “Melahirkan” Pendidikan Baru

Kelompok Kajian Jumat Malam: Sekolah Seyogyanya “Melahirkan” Pendidikan Baru

53
0
Diskusi Kelompok Kajian Jum`at Malam bertajuk "Mengurai Masalah Pendidikan" di basecamp Prodem Surabaya, Jalan Gayungsari I No 10, Jumat (14/6/2019).

SIAGAINDONESIA.COM Lembaga pendidikan seyogyanya mampu “melahirkan” pendidikan baru seperti melakukan terobosan dan inovasi.

“Sekolah merupakan bentuk baru dan sudah seharusnya berani melakukan percobaan dan terobosan untuk pendidikan baru,” tegas Head of Campus Guru Cikal, Budi Setiawan selaku narasumber dalam Kelompok Kajian Jum`at Malam bertajuk “Mengurai Masalah Pendidikan” di basecamp Prodem Surabaya, Jalan Gayungsari I No 10, Jumat (14/6/2019).

Dalam diskusi yang dihadiri sekitar 25 peserta itu, Bukik, panggilan akrabnya menuturkan dalam pendidikan ini ada pendidikan formal dan kebijakan serta pendidikan menumbuhkan.

“Pendidikan formal dan kebijakan adalah pendidikan yang menyiapkan anak menghadapi kehidupan mendatang,” ujar Bukik.

Diskusi Kelompok Kajian Jum`at Malam bertajuk “Mengurai Masalah Pendidikan” di basecamp Prodem Surabaya, Jalan Gayungsari I No 10, Jumat (14/6/2019).

Dia mencontohkan, pendidikan ini berupaya untuk menyiapkan anak, yaitu menanamkan indikator keberhasilan anak siap sekolah. Dimana, anak benar-benar dipersiapkan menempuh pendidikan sebaik mungkin.

“Misal, sedari dini, orangtua mempersiapkan buah hatinya di salah satu sekolah favorit, sehingga pada jenjang berikutnya juga mampu menembus atau melanjutkan ke sekolah hinga universitas favorit. Nah, disinilah sekolah harus bisa melakukan ujian terstandar, sehinga melalui ujian bermakna nantinya bisa bersaing di dunia industri,” tuturnya.

Kelompok Kajian Jum`at Malam dilakukan setiap satu minggu sekali dengan tema yang berbeda.

Kegiatan ini bertujuan mengupas permasalahan yang terjadi. Seperti malam ini mengambil tajuk “Mengurai Masalah Pendidikan”, dengan menghadirkan nara sumber Head of Campus Guru Cikal, Budi Setiawan dan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Agatha Retnosari, ST.sa