Beranda aneka Melalui TMMD 105, Bangkitkan Kembali Semangat Gotong Royong

Melalui TMMD 105, Bangkitkan Kembali Semangat Gotong Royong

27
0
Rakornis TMMD ke-105 TA 2019

SIAGAINDOESIA.COM Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 akan dilaksanakan pada 10 Juli 2019 – 8 Agustus 2018 di 50 lokasi yang tersebar di Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia.

TMMD kali ini juga memiliki makna yang penting dalam upaya membangkitkan kembali semangat gotong royong serta merekatkan persatuan dan kesatuan diantara anak bangsa pasca Pemilu 2019. Demikian yang dikatakan Paban V/Bakti TNI Sterad, Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, S.E., M.M sat Rapat Koordinasi Persiapan pelaksanaan Rakornis TMMD ke-105 TA 2019 Spaban V/Bakti TNI Sterad dengan Kemensos RI di Gedung Kemensos RI, Jakarta, Kamis (13/6/19).

“Kami berharap pelaksanaan TMMD ke 105 akan mampu merajut rasa persaudaraan di tengah perkembangan zaman ini dengan ragam permasalahan yang semakin kompleks. Program berkelanjutan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah terbukti membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan di daerah seluruh Indonesia serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”kata Paban V/Bakti TNI Sterad .

Paban V/Bakti TNI Sterad menjelaskan, bahwa sejarah lahirnya TNI Manunggal Membangun Desa yang dahulu bernama AMD (ABRI Masuk Desa) yang Pertama dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus – 2 September 1980 selama 14 hari, dilaksanakan di 49 Kabupaten 101 Kecamatan dan 125 Desa,namun pada tanggal 16 Juni 1999 terjadi perubahan nama dari AMD menjadi TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) juga dalam perkembangannya pada tanggal 12 Februari 2016 mengalami perubahan waktu TMMD dari 21 hari menjadi 30 hari.

“Dengan berjalannya waktu dihadapkan dengan keberhasilan pelaksanaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) sejak tahun 2017 dilakukan perubahan yang semula 2 kali dalam setahun menjadi 3 kali dalam setahun sesuai Surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur/Bupati/Walikota No 140/174/SJ tanggal 16 Januari 2017 tentang penambahan kegiatan program TMMD dari 2 kali menjadi 3 kali dalam setahun,”jelasnya.

Paban V/Bakti TNI Sterad mengungkapkan, TMMD yang digelar tiga kali dalam setahun ini merupakan program sangat strategis karena mampu membangun 150 desa setiap tahun.

“Dimana sasaran lokasinya berada di kantong-kantong daerah miskin, tertinggal, terisolir, terpencil dan kumuh. Kemudian juga menyentuh daerah kumuh perkotaan, daerah perbatasan dan pulau terluar, serta daerah yang terkena bencana alam sehingga terjadi perubahan yang signifikan di wilayah tersebut setelah adanya sentuhan program TMMD,”urainya.

Menurutnya, TMMD lebih mengedepankan kepentingan masyarakat dan juga implementasi kegiatan gotong royong secara utuh, karena melalui TMMD merupakan kegiatan lintas sektoral, bersama kementerian/LPNK, pemerintah daerah dan komponen masyarakat sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan.

“TMMD yang menjangkau pelosok-pelosok desa di berbagai wilayah di Indonesia tidak lepas dari konsep kemanunggalan dengan rakyat yang telah menjadi ciri khas jati diri dan kepribadian TNI yang dilahirkan dari rahim rakyat,” ujar mantan Danrem 101/Antasari.

Ia menambahkan, TMMD selaras dengan pembangunan Indonesia yang membangun dari pinggiran desa dan pembangunan erat hubungannya dengan transportasi. Transportasi urat nadi perekonomian yang berdampak pada roda ekonomi di wilayah sehingga hal ini lah salah satu contoh program strategis yang melekat pada kegiatan TMMD.

“Kemudian di daerah kumuh perkotaan, daerah perbatasan dan pulau terluar, serta daerah yang terkena bencana alam. Di kawasan sasaran prioritas inilah para prajurit TNI bersama masyarakat melakukan kemanunggulan dalam membangun wilayah,” imbuh Putra.

Putra menyampaikan, bahwa tujuan dari TMMD, banyak kegiatan yang dilaksanakan. Tidak hanya membangun fisik atau fasilitas publik saja melainkan juga non fisik dalam rangka membentuk kepribadian masyarakat yang cinta NKRI serta membekali dengan keterampilan dan wawasan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-masyarakat.

“Ada pembuatan jalan yang sangat penting bagi masyarakat di lokasi TMMD, ada pula rehab sekolah, mushola, bedah rumah warga miskin dan fasilitas umum untuk kepentingan organisasi kepemudaan, pendidikan serta bela negara. Selain itu, berbagai penyuluhan dalam kegiatan nonfisik yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-masyarakat seperti penyuluhan tentang pertanian, perkebunan,hukum dan kamtibmas, kesehatan dan KB, bahaya narkoba, kegiatan keagamaan, ancaman radikalisme, dan lain sebagainya. Disamping juga melaksanakan bakti sosial seperti pengobatan gratis, sunatan massal, donor darah, dan lain-lain,”papar Putra.

TMMD kali memiliki makna yang penting dalam upaya membangkitkan kembali semangat gotong royong serta merekatkan persatuan dan kesatuan diantara anak bangsa yang sempat terkotak-kotak selama pelaksanaan dan pasca-Pemilu Presiden lalu.

“Kami berharap pelaksanaan TMMD ini semakin mampu membangkitkan semangat gotong royong dan rasa persaudaraan di tengah perkembangan zaman yang sangat cepat dengan ragam permasalahan yang juga semakin kompleks. TNI terus hadir bersama rakyat, salah satunya adalah melalui kemanunggulan dalam program TMMD,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Kemensos RI Adi Wahyono berharap, pelaksanaan TMMD ke-105 yang akan berlangsung selama satu bulan dapat optimal sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Sinergitas program TMMD ke-105 TA 2019 sangat direspon baik oleh bapak Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita. Besar harapan beliau pelaksanaan TMMD tahun ini dapat terlaksana secara optimal dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tempat tergelarnya TMMD ke 105 nanti,”kata Kabiro Umum Kemensos RI. @Wn