Beranda aneka Peduli Korban Bencana Sulsel PG Serahkan Bantuan Logistik Senilai Rp 200 Juta

Peduli Korban Bencana Sulsel PG Serahkan Bantuan Logistik Senilai Rp 200 Juta

10
0

SIAGAINDONESIA.COM Sepanjang tahun 2019, tercatat Sulawesi Selatan (Sulsel) tertimpa dua kali bencana besar. Pertama banjir bandang yang mengakibatkan puluhan korban meninggal dan ribuan pengungsi pada Januari lalu. Kemudian banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Sulsel, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara sejak Lebaran lalu.

Untuk itu, PT Petrokimia Gresik (PG) yang merupakan anak usaha dari PT Pupuk Indonesia turut menyampaikan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan logistik senilai Rp 200 juta. Bantuan diserahkan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) yang langsung didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di Kabupaten Maros, Sabtu (15/6/2019)
 
Direktur Produksi PT PG, I Ketut Rusnaya yang hadir dalam penyerahan bantuan mengatakan ada sebanyak enam truk logistik (sembako) dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Berupa, mie instan, beras, minyak goreng, air minum, biskuit, popok bayi, selimut, dan sebagainya.
 
“Bantuan kami serahkan, melalui Pemerintah Daerah setempat agar didistribusikan kepara korban yang berada di Kabupaten Soppeng dan Sidrap masing-masing sebanyak dua truk. Serta, ke Kabupaten Wajo dan Enrekang masing-masing satu truk,” ujarnya.
 
“Bantuan ini merupakan inisiasi dari PT Pupuk Indonesia, yang menunjuk PT PG menjadi koordinator untuk menyalurkan bantuan di wilayah Sulsel. Sedangkan, PT Pupuk Kalimantan Timur menjadi koordinator bantuan diwilayah Sulawesi Tenggara,” tuturnya.
 
Di tambahkan Ketut, meskipun lokasi bencana berada jauh di Gresik. Namun, pihaknya turut memberikan empati atas apa yang dialami korban bencana. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan saudara kita di Sulawesi Selatan yang menjadi korban bencana banjir,” tandasnya.
 
“Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, banjir di Sulsel berdampak pada 1.452 kepala keluarga. Sedangkan lahan pertanian yang rusak di 15 desa, total mencapai 3.676 hektar. Serta, kerusakan infrastruktur yang mencakup bangunan sekolah, tanggul, jalan dan jembatan juga terjadi,” tutupnya. Zer