Beranda News Akan Ada Partai Baru, Yang Didirikan Oleh Penggagas GARBI

Akan Ada Partai Baru, Yang Didirikan Oleh Penggagas GARBI

30
0

SIAGAINDONESIA.COM Setelah mendirikan GARBI (Gerakan Arah Baru Indonesia), tokoh politik dan masyarakat yang menjadi penggagas ormas baru ini, bakal merilis partai baru yang akan membawa visi baru yaitu INDEKS yakni Islam, Nasionalis, Demokratis dan Kesejahteraan. sayangnya apa nama partai ini, masih dirahasiakan. Deklarasi partai baru yang bertujuan mewadahi aspirasi anggota GARBI itu direncanakan dideklarasikan pada 28 Oktober 2019.

“Namun karena sesuatu hal kemungkinan besar diundur paling lama sebelum pelaksanaan pilkada serentak 2020. Alasannya, ada sebagian kader GARBI yang ikut running Pilkada serentak yang berlangsung di 270 kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia,” ujar pembina GARBI Jatim, Hammy Wahyunianto saat dikonfirmasi Selasa (18/6/2019).

Diakui Hammy, gerakan kultural tersebut seperti ormas dan civil society itu tidak bisa memberikan perubahan yang besar dan jalan satu-satunya pintu membuat perubahan bagi bangsa Indonesia adalah melalui politik.

Makanya sebagian dari GARBI tetap berupaya membesarkan GARBI agar idenya tadi bisa semakin massif dilakukan dan sebagian lagi sedang menggodok entitas politik baru dengan membawa nilai-nilai baru.

Diantara nilai-nilai baru tersebut adalah bahwa wacana agama dan negara di Indonesia sudah tuntas sehingga tidak sepatutnya ada pihak yang berusaha mempertentangkan lagi karena itu sama saja set back. “Ini ide yang ingin tawarkan ke masyarakat bahwa agama dan negara sudah selesai karena sudah bisa simbiosis mutualisme yang saling menguatkan,” ungkap Hammy.

Setelah agama dan negara selesai, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana indek demokrasi Indonesia turun dan selanjutnya bisa fokus mensejahterahkan masyarakat. “Ide ini kita istilahkan dengan INDEKS yakni Islam, Nasionalis, Demokratis dan Kesejahteraan,” ujar Hammy.

Menurut mantan ketum DPW PKS Jatim, GARBI akan tetap dipertahankan menjadi gerakan kultural yang memiliki hubungan simbiosis mutualism dengan partai baru nanti. “Kita ingin GARBI seperti halnya Muhammadiyah dengan PAN dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan PKB,” jelas anggota Komisi A DPRD Jatim.

Konsekwensi lainnya, GARBI juga akan menjadi gerakan terbuka bagi masyarakat sehingga siapa bisa masuk jika memang tertarik karena anggota GARBI tidak langsung otomatis menjadi anggota partai baru yang akan dideklarasikan segera.

Hammy mengakui ide dasar GARBI sebenarnya jauh hari pernah diwacanakan oleh mantan Presiden PKS, Anis Matta pada Munas PKS tahun 2008 silam. Ide besarnya adalah berharap gerakkan kita ada di tengah tidak ke kanan atau ke kiri. Kalau di Demokrat diistilahkan Nasionalis-Relegius dan di NasDem diistilahkan Restorasi. “Kita ingin merebut ceruk itu sebab Indonesia tak punya DNA seperti itu sehingga tinggal bagaimana para negarawan menempatkan posisi Indonesia tetap Islam Wasathiyah,” ungkap politisi murah senyum ini.

Ide besar itu selama ini sudah sering diwacanakan oleh GARBI di tempat-tempat yang banyak dikunjungi kaum millenial seperti warung kopi dan cafe. Karena itulah diskusi kebangsaan GARBI kebanyakan dilakukan di cafe sehingga siapa saja bisa ikut jika tertarik memperbincangkan berbagai masalah kebangsaan dengan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Ia optimis ide baru yang ditawarkan ke masyarakat ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Makanya tantangan kita adalah bagaimana menggodok ide tersebut dengan baik sehingga saat dideklarasikan nanti banyak sesuatu yang benar-benar baru didapat masyarakat. “Kita tak ingin tanggapan masyarakat ternyata partai baru tapi tak jauh beda dengan partai-partai yang lain, jadi harus benar-benar baru,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua GARBI Jatim, Hasan Basori menambahkan bahwa pekerjaan rumah GARBI Jatim adalah membentuk kepengurusan di wilayah Mataraman dan Madura. “Tapi kami optimis Agustus mendatang sudah bisa tuntas terbentuk kepengurusannya,” jelas Hasan.

Diakui Hasan jika partai baru nanti muncul, GARBI tetap ada dan anggotanya tidak otomatis akan masuk partai baru tersebut karena garis perjuangannya berbeda. Anggota GARBI Jatim sebagian besar memang eks PKS, tapi juga ada dari Demokrat, PAN, Gerindra dan Golkar. “GARBI fokus di gerakan kultural jadi beda dengan partai politik baru yang akan dideklarasikan nanti,” pungkasnya. Nang