Beranda aneka Didemo Wali Siswa, PPDB Online Dihentikan Sementara

Didemo Wali Siswa, PPDB Online Dihentikan Sementara

46
0
PPDB Online dihentikan sementara

SIAGAINDONESIA.COM – Sistem Zonasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019, memicu aksi demo sejumlah orang tua siswa di Surabaya. Mereka mendatangi Gedung Negara Grahadi di Surabaya, tempat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beraktifitas, Rabu (19/6/2019).

 

Teriakan cacian terlontar, mereka meneriakkan sistem zonasi merugikan siswa dan para orang tua. Lantaran sistem zonasi, berakibat sistem mekanisme pendidikan menjadi amburadul, cita-cita bisa masuk sekolah impian dan bersaing dengan sehat, buyar.

 

Keberadaan sekolah negeri baik untuk tingkat SMP maupun SMA tak sebanding dengan penyebaran jumlah anak didik, sehingga anak berprestasi tak bisa masuk SMPN atau SMAN hanya karena jarak rumah melebihi zonasi 1,5 kilometer melalui google map.

 

Salah seorang warga, Suhartono bahkan mengirim surat ke Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim. Menyebut metode zonasi di penerimaan murid baru kacau dan gagal.

 

“Metoda zonasi adalah metoda salah urus yang menjungkir balikkan proses persaingan terbuka dan merampas kebebasan anak untuk memilih sekolah sesuai cita-citanya. Ini sangat tidak mendidik dan tidak bermutu,” kata Suhartono.

 

Para wali murid menilai kebijakan tersebut merugikan calon peserta didik di Jatim. Mereka beranggapan peluang untuk diterima di sekolah negeri jadi tertutup oleh sistem zonasi tersebut. Padahal, rata-rata memiliki nilai yang bagus.

 

“Anak kami nilainya bagus, tapi gagal masuk ke sekolah negeri. Ini tidak adil. Hapus saja sistem zonasi itu,” ujar Ratna, salah seorang wali murid, yang rela bersama puluhan orang lainnya di cuaca panas terik itu.

 

Mereka juga membawa poster dan spanduk dengan berbagai tulisan. Antara lain, “Hapus Sistem Zonasi; Zonasi Bukan Pemerataan Kualitas Tapi Pembodohan Bangsa; Jangan Korbankan Anak untuk Aturan yang tidak jelas; Tiga Tahun Sekolah Kalah dengan Google.Maps dan tulisan lainnya.

 

Walimurid Sukamto, dari Kaliasin  mengatakan kalau anaknya jadi korban meteran zonasi. Menurutnya kedatangannya ke Grahadi untuk memperjuangkan nasib anaknya. “Masa’ yang punya nilai bagus tapi gagal masuk sekolah negeri,” ujarnya.

 

Niat wali murid untuk bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, tak terwujud lantaran Gubernur Khofifah tengah ada kegiatan ke Mojokerto.

 

Perwakilan unjuk rasa akhirnya diterima Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Hudiyono dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim untuk wilayah Kota Surabaya dan Sidoarjo, Sukaryantho dan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Bambang Agus Susetyo.

 

Menampung keluhan para wali murid, Hudiyono kemudian menghentikan sementara situs PPDB online, sambil dilakukan sinkronisasi. Dan mengkomunikasikan ke Gubernur Jatim serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

 

“(PPDB) ini kan produk undang-undang. Tetapi dengan desakan itu kita akan pertimbangkan dan tolong dicatat menghentikan sementara sistem online mulai jam saat ini (15.00 WIB), sambil nanti kalau ada keputusan pak menteri akan kita umumkan,” terang Hudiyono.tji