Beranda Bisnis Trend Bongkar Muat JIIPE Terus Meningkat

Trend Bongkar Muat JIIPE Terus Meningkat

19
0
SIAGAINDONESIA.COM Aktifitas bongkar muat, di dermaga Java Integrated Industiral and Port Estate (JIIPE) selama tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Selain faktor lokasi yang strategis, PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) selaku pengelola pelabuhan mampu menghadirkan fasilitas penunjang dengan baik.
 
Direktur Utama PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), Daru Julianto Wicaksono mengatakan, produktifitas dan Kinerja Bongkar Muat di pelabuhan JIIPE sepanjang 2016 hingga 2019 mengalami pasang surut.
 
“Catatan kami, arus barang selama tahun 2016 ada sebanyak 438.343 ton. Kemudian di tahun 2017 meningkat hingga 1.300.377 ton dan tahun 2018 sebanyak 1.055.243 ton,” ujarnya, Jumat (4/7/2019). 
 
“Fluktuasi ini terjadi, akibat banyak faktor. Mulai dari cuaca, situasi ekonomi hingga kurs,” katanya, saat menerima kunjungan industri bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).
 
Di tambahkan, Daru bahwa pihaknya juga mencatat kinerja bongkar muat curah kering di Pelabuhan JIIPE tertinggi pada tahun 2018 dengan total 6.096 ton. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan bongkar muat Fertilizer/MOP sebanyak 444.435 ton dan Gandum sebesar 1.253.995 ton selama 3 tahun terakhir.
 
“Selama kami beroperasi trafik arus barang, kinerja dan pelayanan usaha bongkar muat barang (stevedoring) Pelabuhan BMS mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” tegasnya tanpa menyebut angka kenaikannya.
 
“Tak hanya itu, kunjungan kapal ke dermaga berdasarkan data yang dihimpun performance. Kunjungan kapal mengalami kenaikan dari 54 persen ditahun 2016, naik menjadi 56 persen pada 2018,” tuturnya.
 
“Jika mengacu pada standart, United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Di sisi pedoman keterisian dermaga curah kering, agar mencapai batas maksimum 60 persen. Maka, dianjurkan untuk membangun dermaga tambahan agar dapat menjaga performa secara stabil. Sehingga, waktu tunggu kapal yang akan sandar tidak semakin tinggi,” urainya.
 
“Kami berharap, dengan kapasitas eksisting produksi sandar kapal di dermaga BMS bisa mencapai 1.620.000 ton pertahun. Karena, di tahun 2019 ini ketersedian fasiltitas tambatan, crane kapal, serta Grabe-hopper sudah disiapkan,” tandasnya.
 
Bahkan, kami juga merencakanan penambahan fasilitas dan alat berupa 4 unit RMPC (Railed Mobile Portal Crane). Serta, penambahan dua tambatan yang diproyeksikan dapat menambah kapasitas sebanyak 5.420.000 ton di tahun 2022 mendatang,” tutupnya. Zer