Beranda aneka Pemkab Gresik Dimintai Sekjen DKN Data Mitigasi Bencana

Pemkab Gresik Dimintai Sekjen DKN Data Mitigasi Bencana

5
0

SIAGAINDONESIA.COM Sebanyak 6 orang petinggi dari Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, mengunjungi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Untuk melakukan sosialisasi dan mengumpulkan informasi maupun data, sebagai masukan dalam perumusan kebijakan nasional yang berkaitan dengan mitigasi bencana dalam rangka ketahanan nasional. 

Keenam orang itu, adalah Marsekal Pertama TNI Bayu Roostono, Brigjen TNI Sugeng, Brigjen TNI Made Datrawan, Kolonel Chb. I Gusti Putu Wirejana, Kolonel Pom. Djati Santoso dan Dr. Sumantri.

Ketua Rombongan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Bayu Roostono mengatakan bahwa pihaknya dalam rangka mensosialisasikan rencana aksi bela negara.

“Seluruh warga negara berkewajiban untuk bela negara dan bela negara saat ini, adalah dengan melakukan tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga atau institusi. Bahkan, bela negara perlu diperkuat sesuai Instruksi Presiden nomor 7/2018,” ujarnya.

“Ancaman tertinggi pada ketahanan nasional itu adalah bencana, jadi rencana aksi persiapan dini yang harus kita lakukan adalah mengurangi resiko bencana,” tuturnya.

“Untuk itu, kami meminta pemerintah daerah, dalam melakukan penataan kota maupun pembangunan. Perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke kami atau ke pusat study gempa nasional Kementerian PUTR,” imbaunya.

Menguatkan harapan Dewan Ketahanan Nasional, Amin Widodo pakar gempa ITS yang ikut serta kunjungan menegaskan. Kenapa setiap gempa di Jepang, dampaknya sangat kecil sedangkan di Indonesia dampaknya sangat besar. Karena, Jepang sudah lama melakukan penelitian dan masyarakatnya telah terlatih sejak dini.

“Potensi gempa di Indonesia sangat besar, karena ada 3 sesar aktif atau patahan aktif. Gempa tidak dapat diprediksi, dihindari dan dijinakkan. Namun, bisa dipelajari dan diminimalisir dampaknya,” tandsnya.  

Sementara, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menjelaskan tentang kondisi Gresik terkini. Termasuk juga, potensi bencana yang ada diwilayah Gresik. Sebab, potensi bencana banjir di Gresik yang diakibatkan oleh meluapnya Kali Lamong dan Sungai Bengawan Solo. Namun, pihaknya telah meminimalisir dampaknya.

“Kami sudah menyiapkan semua desa terdampak banjir, untuk menjadi desa tangguh bencana. Terutama, pada desa yang menjadi daerah langganan banjir yang biasa terjadi setiap musim hujan. Kami juga sudah membuat tanggul di desa Cermenlerek yang dulu menjadi langganan banjir, sehingga saat ini mulai mengurangi dampak bencana,” paparnya

Selain itu, untukmengurangi dampak kekeringan. Kami juga, telah membangun seribu sumur yang dibangun ditiap RW atau pedukuhan untuk penyerapan air,” pungkasnya. Zer