Beranda HIGHLIGHT Dua Bersaudara Berseteru Soal Warisan, Terungkap Ahli Waris Sepakat Harta Dibagi Rata

Dua Bersaudara Berseteru Soal Warisan, Terungkap Ahli Waris Sepakat Harta Dibagi Rata

14
0
Mediasi perkara gugatan warisan antara Nyoto Gunawan dan Nyoto Gunarto di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (11/7/2019).

SIAGAINDONESIA.COM Perkara gugatan warisan antara kakak beradik Nyoto Gunawan (65) selaku penggugat dan Nyoto Gunarto (68) selaku tergugat, berlanjut di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda mediasi.

“Ini merupakan mediasi kedua setelah mediasi minggu lalu tidak menemui titik terang,” ujar Daniel Julian Tangkau mewakili Tim Kuasa Hukum Klien atas nama Nyoto Gunarto dan Notaris Andi Prayitno selaku Tergugat I dan Tergugat II dalam mediasi yang dipimpin Hakim I Wayan Sosiawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (11/7/2019).

Dalam mediasi ini diketahui gugatan Nyoto Gunawan terhadap kakak kandungnya Nyoto Gunarto dikarenakan pembagian harta warisan orang tua dinilai tidak adil.

Hal ini langsung dibantah pihak Nyoto Gunarto. Menurut Daniel, selama ini pembagian harta warisan sudah adil dan rata.

“Harta telah dibagi oleh Alm Buntaran Nyoto alias Njo Boen Tiang, ayah dari penggugat dan tergugat I. Semasa hidupnya, yaitu berdasarkan surat pernyataan tertanggal 1 Juli 1985 . Semua anaknya sudah dapat bagian sendiri. Sedangkan penggugat yaitu Nyoto Gunawan sudah diberikan bagian yaitu 5 stand di Pasar Turi, rumah di Wonorejo dan lain-lain,” jelas Daniel.

Ditambahkan Daniel, pasca ayah mereka meninggal pada 2003, semua ahli waris termasuk penggugat sepakat teken dalam akta notaris tertanggal 1 April 2003. Isi surat tersebut menyetujui dan mentaati pembagian harta pada surat pernyataan tertanggal 1 Juli 1985 yang telah dibuat oleh Alm Buntaran Nyoto.

“Sehingga apabila Nyoto Gunawan (penggugat) menyatakan surat pernyataan itu palsu, silahkan saja dibuktikan. Negara kita adalah negara hukum, kita harus taat asas hukum pembuktian yaitu siapa yang mendalilkan maka dia harus dapat membuktikan (pasal 1865 KUHPerdata jo. 163 HIR),” ungkapnya.

Karena itu Daniel mengingatkan, Nyoto Gunawan harus dapat membuktikan semua dalil yang telah dituangkan dalam gugatannya. Setidaknya harus didukung fakta dan bukti, bukan sekedar opini.

“Jangan sampai apa yang disampaikan tidak didukung oleh fakta dan bukti ,sehingga menjadi hoax, alhasil merupakan upaya menggiring opini yang sia-sia, dan perlu kami ingatkan pernyataan serta tuduhan yang tidak didukung dengan bukti yang sah dan valid, mempunyai konsekuensi hukum baik perdata maupun pidana,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa antara Nyoto Gunawan (Penggugat) dengan Nyoto Gunarto (Tergugat 1) adalah saudara kandung yang dilahirkan dari sepasang suami istri (Buntaran Nyoto alias Njo Bun Tiang dengan Go Moenti Njoto alias Go Moen Tie alias Go Kim Boen) yang menikah pada tahun 1946 dan sekarang keduanya sudah meninggal dunia.

Buntaran Nyoto alias Njo Bun Tiang dengan Go Moenti Njoto alias Go Moen Tie alias Go Kim Boen. Dalam pernikahannya dikaruniani 5 orang anak yaitu : anak pertama perempuan bernama: Njo Siok Hwie umur 72 tahun (domisili di Hongkong), anak kedua laki-laki bernama Nyoto Gunarto (Tergugat I ) umur 69 tahun, berdomisili di jl. Wijaya Kusuma No. 16 Surabaya, anak ketiga laki-laki bernama: Hendry Nyoto umur 67 tahun, berdomisili di Surabaya, anak ke empat laki-laki sebagai Penggugat bernama Nyoto Gunawan umur 65 tahun, berdomisili dj Surabaya dan anak ke lima atau yang terakhir perempuan bernama Njo Siok Hwa umur 64 tahun, berdomisili di Surabaya.

Dalam kasus ini, Nyoto Gunarto (tergugat I) dituding oleh Nyoto Gunawan (penggugat) tidak membagikan secara merata harta peninggalan warisan orang tuanya berupa deposito dan saham senilai Rp 14 miliar.man/nya