Beranda HIGHLIGHT Kasus Dugaan Penganiayaan Satpam Bukit Mas, Hasil Visum Dokter RS Bhayangkara Banyak...

Kasus Dugaan Penganiayaan Satpam Bukit Mas, Hasil Visum Dokter RS Bhayangkara Banyak Kejanggalan

14
0
Penasehat hukum terdakwa, Wellem Mintarja membeberkan kejanggalan hasil visum dokter RS Bhayangkara, Kamis (11/7/2019).

SIAGAINDONESIA.COM Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan gagal menghadirkan saksi dokter visum dalam sidang lanjutan perkara penganiayaan yang diduga dilakukan oleh koordinator Satpam perumahan Wisata Bukit Mas, Christian Novianto.

Majelis hakim yang diketuai Maxi Sigerlaki akhirnya menunda sidang dan memerintahkan jaksa untuk memanggil kembali saksi dokter visum tersebut.

Hakim Maxi Sigerlaki pun menunda persidangan perkara ini satu pekan mendatang dan memerintahkan jaksa Suparlan untuk memanggil kembali saksi dokter visum tersebut.

“Panggil kembali saksi dokter visumnya, sidang ditunda hari Kamis tanggal 18,” kata hakim Maxi Sigerlaki menutup persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu penasehat hukum terdakwa, Wellem Mintarja, menyesalkan penundaan sidang tersebut.

Menurut Wellem, kehadiran dokter visum dari Rumah Sakit Bhayangkara merupakan saksi penting karena pihaknya dapat membuktikan hasil visum korban Oscarius Yudhi Ari Wijaya yang dinilai banyak kejanggalan.

Selain itu, pemanggilan saksi sudah merupakan perintah majelis hakim. Hal ini dikarenakan hasil visum yang ada tidak sesuai dengan video amatir saat diputar oleh tim penasehat hukum terdakwa dalam persidangan sebelumnya.

“Kalau tadi sidang jadi digelar, kami akan menunjukkan banyak sekali kejanggalan yang ada di hasil visum korban,” kata Wellem pada awak media.

Kejanggalan hasil visum yang dimaksud Wellem, adanya pemeriksaan asam lambung, CT Scan kepala, hipertensi, obat penenang, dan obat demam, serta tidak adanya korelasi dengan fakta yang terungkap di persidangan sebelumnya.

Selain itu, keterangan saksi dan terdakwa maupun foto luka kaki dari  korban sebelum dan sesudah divisum juga menjadi dasar perintah hakim untuk memerintahkan jaksa menghadirkan dokter yang mengeluarkan hasil visum dalam perkara ini.

“Pada fakta persidangan sebelumnya, korban mengaku membenarkan luka lecet. Majelis hakim dan jaksa pun membenarkan. Lha ini kan tidak ada korelasinya. Sampai di hasil visum ditampilkan pemeriksaan asam lambung, CT Scan kepala, Hipertensi, obat penenang dan obat demam, dan itu di masukkan ke dalam BAP penyidikan,” pungkasnya.man/nya